Dinkes Wakatobi Upayakan Perluasan Layanan Pengobatan HIV ke Puskesmas Pulau
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Selasa, 12 Mei 2026
0 dilihat
Kasus HIV di Wakatobi meningkat sehingga Dinkes perluas pengobatan ke Puskesamas pulau. Foto: Zulkifli/Telisik
" Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi terus berupaya meningkatkan akses layanan pengobatan bagi orang dengan HIV (ODHIV), khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi terus berupaya meningkatkan akses layanan pengobatan bagi orang dengan HIV (ODHIV), khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, Muliadin Anis, mengatakan selama beberapa tahun terakhir akses pengobatan HIV masih terpusat di RSUD Wakatobi.
“Untuk akses pengobatan di Wakatobi dimulai pada tahun 2021 sampai dengan 2024 semua pasien ODHIV hanya bisa mengambil obat di RSUD Wakatobi,” jelasnya, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Cegah Korupsi, Pemkab Muna dan Kejari Teken MoU Bidang Datun
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pasien, terutama yang berasal dari pulau-pulau lain di wilayah Wakatobi yakni Kaledupa, Tomia, dan Binongko karena harus mengeluarkan biaya transportasi lebih untuk mengambil obat secara rutin.
Karena itu, pada awal tahun 2025 pihaknya mengusulkan perluasan layanan pengobatan ke fasilitas kesehatan di masing-masing pulau tersebut.
“Di awal tahun 2025 kami mengajukan usulan ke pusat (Kemenkes) untuk PKM PDP di masing-masing pulau (Kaledupa, Tomia, Binongko) mengingat ODHIV kita kesulitan dengan biaya operasional kalau harus bolak balik ke RSUD Wakatobi,” ungkap Muliadin Anis.
Di sisi lain, jumlah kasus HIV di Wakatobi pada Januari hingga April 2026 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kasus baru Januari-April 8 orang,” kata Muliadin.
Baca Juga: Kadis Kesehatan Wakatobi Bantah Isu Kasus HIV Didominasi Kelompok Lesbian
Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun 2025.
“Kasus baru Januati-April 6 orang, jadi tambahan di tahun 2026 di periode tersebut 2 orang,” tambahnya.
Meski berbagai upaya terus dilakukan, Dinas Kesehatan mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan pasien HIV di lapangan, termasuk kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara rutin. (C)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS