DLH Sulawesi Tenggara Berpartisipasi dalam Penanaman 1000 Mangrove di Teluk Kendari

Aris Mantobua, telisik indonesia
Senin, 13 Juni 2022
0 dilihat
DLH Sulawesi Tenggara Berpartisipasi dalam Penanaman 1000 Mangrove di Teluk Kendari
Kadis DLH Sulawesi Tenggara, Ansar saat menanam mangrove di Teluk Kota Kendari, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari. Foto: Aris Mantobua/Telisik

" Penanaman mangrove tersebut diikuti 7 provinsi secara virtual dengan mengundang Menteri LHK Indonesia "

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tenggara ikut berpartisipasi menanam 1000 mangrove di Teluk Kota Kendari, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, dalam rangka penggagas Gerakan Pemuda NasDem, Senin (13/6/2022).

Penanaman mangrove tersebut diikuti 7 provinsi secara virtual dengan mengundang Menteri LHK Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyampaikan pentingnya menjaga kawasan hutan pesisir yang ada di Indonesia sebagai ekosistem Blue Carbon (karbon biru). Disebut karbon biru karena terbentuk di bawah air.

Karbon biru tersimpan pada lahan basah pasang surut, seperti hutan mangrove dan padang lamun, di dalam tanah, biomassa hidup dan biomassa mati di kawasan pesisir pantai guna memitigasi perubahan iklim yang terus terjadi di Indonesia.

Dengan penanaman mangrove ini tentu bisa memberikan ekosistem yang baru bagi kehidupan wilayah pesisir baik itu manusia, hewan laut maupun tumbuhan lain.

Proses keberlangsungan dalam penurunan emisi rumah kaca setiap negara di dunia, mengharuskan Negara Republik Indonesia berkontribusi langsung dalam menurunkan suhu bumi sebesar 2 derajat Celcius yang tertuang pada Persetujuan Paris.

Kadis DLH Sulawesi Tenggara, Ansar (dua dari kanan) foto bersama usai menanam 1000 mangrove. Foto: Aris Mantobua/Telisik

 

Persetujuan Paris merupakan sebuah traktat internasional tentang mitigasi, adaptasi dan keuangan perubahan iklim pada tahun 2015. Persetujuan ini mengawal negara-negara untuk mengurangkan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lain untuk membatasi pemanasan global cukup di bawah 2 derajat Celsius.

Sitti Nurbaya menjelaskan pihak pemerintah melalui KLHK terus berupaya dalam kegiatan penggunaan lahan serta alih guna lahan dan kehutanan Land Use, Land Use Change and Forestry (LULUCF) diindikasikan termasuk yang paling besar dalam mempengaruhi perubahan iklim.

Baca Juga: Sempat Terjadi Aksi Saling Serang, Suasana Depan Kampus UHO Kendari Mulai Kondusif

Pembangunan yang dilakukan dalam kaitannya dengan perubahan iklim, dengan upaya mitigasi dan adaptasi diantaranya kegiatan pengurangan laju deforestasi, degradasi hutan, pembangunan hutan tanaman industri, pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan gambut, restorasi dan rehabilitasi mangrove serta konservasi keanekaragaman hayati.

"Semoga dengan adanya penanaman mangrove yang dilakukan serentak hari ini, bisa mengurangi suhu bumi yang menyebabkan perubahan iklim terus-menerus terjadi. Selain menurunkan suhu bumi, kiranya bisa memberikan ekosistem yang baru agar kawasan pesisir Indonesia tetap terjaga," harapnya.

Di tempat berbeda, Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus DPW NasDem Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan salah satu program pemerintah Republik Indonesia.

Sehingga NasDem berinisiasi untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah, dalam rangka rehabilitasi penanaman mangrove, untuk mencegah emisi rumah kaca yang nantinya akan begitu luas di seluruh dunia.

Ia menyampaikan bahwa manfaat mangrove sangat banyak sekali, seperti mencegah abrasi, mencegah adanya banjir dan sebagainya. Sehingga pemerintah sangat peduli dan sangat konsen.

Mangrove yang ditanam di Teluk Kota Kendari, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari. Foto: Aris Mantobua/Telisik

 

Menurutnya salah satu program Pemerintah RI tersebut sangat luar biasa. Sehingga partai NasDem sebagai partai pendukung pemerintah langsung bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk melakukan rehabilitasi penanaman mangrove.

"Penanaman mangrove itu dampaknya akan sangat bagus dan positif bagi masa depan bangsa dan putra-putri Indonesia di masa yang akan datang," kata Ali Mazi.

Sementara itu, Kadis DLH Sulawesi Tenggara Ansar mengatakan pihaknya akan selalu mendukung semua pihak dalam hal menjaga dan melestarikan lingkungan. Apalagi hal tersebut berkaitan dengan penanaman mangrove di wilayah pesisir.

Baca Juga: Ada Lowongan Kerja Admin Operasional di Kendari, Ini Syaratnya

Penanaman mangrove ini bertujuan untuk melakukan pemulihan atau merestorasi wilayah pesisir guna tercipta mencegah terjadinya perubahan iklim. Proses penanaman mangrove sendiri baik dalam rangka mencegah emisi gas rumah kaca.

Selain untuk mencegah perubahan iklim, penanaman mangrove berfungsi sebagai kehidupan hewan laut, tumbuhan hingga manusia.

Jumlah mangrove yang akan ditanam, sebanyak 1000 pohon. Sehingga ia berharap dengan tumbuhnya mangrove tersebut nantinya mampu mengurangi dari suhu bumi sendiri agar masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari bisa menghirup oksigen yang sehat karena mangrove ini bisa menyerap karbon.

"Kita bisa terus kembangkan kegiatan ini, tidak hanya di Kota Kendari. Pada dasarnya ekosistem mangrove bisa menyuplai oksigen yang bersih, hingga mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat wilayah pesisir," pungkasnya. (A-Adv).

Penulis: Aris Mantobua

Editor: Musdar

Baca Juga