adplus-dvertising

DPR Nilai Kenaikan Cukai Rokok Tak Adil

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Selasa, 15 Desember 2020
994 dilihat
DPR Nilai Kenaikan Cukai Rokok Tak Adil
Anggota DPR RI Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah. Foto: Repro google.com

" Adalah langkah yang tidak adil. Mereka telah banyak berkontribusi dalam kegiatan ekonomi bangsa ini. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah menilai, langkah yang dilakukan Pemerintah dalam menaikkan cukai rokok atau Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2021 dengan rata-rata tarif 12,5 persen, merupakan suatu tindakan yang tidak adil.

Hal ini disampaikan oleh Najib terkait dengan respon negatif pasar yang mendorong koreksi pada saham emiten rokok, serta keluhan para petani rokok atas kenaikan cukai tersebut.

“Adalah langkah yang tidak adil. Mereka telah banyak berkontribusi dalam kegiatan ekonomi bangsa ini,” kata Najib kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).


Politisi PAN tersebut juga mengaku tidak setuju dengan alasan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menaikkan cukai rokok dengan harapan dapat mengendalikan konsumsi rokok dan berimbas pada kesehatan.

“Saya melihat masalah kesehatan dengan rokok, sesuatu yang absurd. Pemerintah sendiri belum punya solusi terkait substitusi cukai tembakau ini. Malah justru terus membunuh industri rokok secara perlahan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Najib mengatakan, upaya Pemerintah dapat membayangkan dampak yang ditimbulkan dari keputusan untuk menaikkan cukai rokok ini. Sebab, ada banyak jutaan masyarakat yang hidup dari perputaran industri rokok tersebut.

Baca juga: Masa Siaga Bencana Awan Panas Gunung Semeru Diperpanjang

“Industri terkena serangan 2 kali, yang pertama anjloknya daya beli masyarakat dan yang kedua kenaikan tarif cukai. Ini adalah kondisi yang perlu perhatian serius dari pemerintah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Politisi asal Bandung tersebut juga memaparkan bila kebijakan kenaikan tersebut dapat berbahaya terhadap program recovery ekonomi yang sedang digalangkan oleh pemerintah.

“Harga rokok yang mahal akan membuat menjamurnya rokok-rokok ilegal,” paparnya.

Najib pun menyarankan agar sebaiknya Pemerintah dapat fokus untuk membuat industri bisa bertahan. Hal tersebut agar pelaku industri masih bisa memberikan gaji kepada karyawan.

“Karena saat ini menghadapi dampak pandemi saja mereka kalang kabut,” tandasnya. (C)

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga