adplus-dvertising

DPR RI Tertarik Penanganan COVID-19 di DIY

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Jumat, 17 Juli 2020
871 dilihat
DPR RI Tertarik Penanganan COVID-19 di DIY
Komisi IX DPR RI kunjungi DIY berkaitan penanganan COVID-19 terbaik se-Indonesia. Foto: Ist.

" Memang, penanganan COVID-19 di DIY sangat terintegrasi dari mulai tingkat provinsi, kabupaten, kota, kelurahan, bahkan sampai kampung berjalan dengan sangat baik. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID – Sebagai daerah dengan penanganan COVID-19 terbaik se-Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu tujuan untuk belajar menangani pandemi COVID-19.

Olehnya itu, Komisi IX DPR RI menjadi salah satu yang melakukan kunjungan kerja ke DIY, pada Jumat (17/7/2020).

Rombongan Komisi IX DPR RI diterima langsung Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, di dampingi Sekda DIY, R Kadarmanta Aji beserta beberapa OPD terkait. Salah satunya BPBD DIY dan Dinkes DIY.


Wakil Ketua Komisi IX sekaligus ketua rombongan, Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk mendalami berbagai macam pola penanganan COVID-19 di DIY.

Hal ini karena Presiden RI, Joko Widodo telah memberikan predikat kepada DIY sebagai provinsi dengan penanganan COVID-19 terbaik di Indonesia.

Selama tiga bulan, DIY telah banyak menerapkan kebijakan-kebijakan penanganan COVID-19 yang efektif. Hal itu bisa dilihat dari angka kematian akibat positif COVID-19 relatif rendah dibandingkan dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi.

Penularannya pun bisa dibilang tidak dalam rata-rata yang tinggi atau bisa dikatakan terkendali.

"Memang, penanganan COVID-19 di DIY sangat terintegrasi dari mulai tingkat provinsi, kabupaten, kota, kelurahan, bahkan sampai kampung berjalan dengan sangat baik," ucap Melky.

Menurut Melky, banyak hal bisa dipelajari dari penanganan COVID-19 di DIY. Hal ini karena dalam pelaksanaannya, DIY benar-benar memakai aturan yang kokoh.

"Yaitu berdasarkan pada Undang-Undang yang ada," tandasnya.

Selain itu, DIY sangat berani dalam melakukan relokasi anggaran yang dimiliki untuk fokus pada penanganan COVID-19.

"Hampir seluruh kebijakan termasuk juga bantuan sosial bergerak dengan baik dan maksimal," ungkap Melky.

Baca juga: Jutaan Orang Suarakan Kembali Gerakan Tolak Tagar Reformasi Dikorupsi

Hal itu, menurut Melky, tidak lepas dari modal sosial yang dimiliki DIY terkait penanganan bencana.

Seperti diketahui, DIY pernah mengalami bencana besar seperti erupsi Merapi dan gempa pada beberapa waktu lampau. Melalui pengalaman ini, DIY bisa membaca dan memetakan langkah-langkah dan kebijakan yang bisa diambil dengan mengakomodir seluruh lapisan masyarakat.

Melky menyampaikan, hal yang paling ingin dipelajari yaitu pengumpulan data. Melalui pemanfaatan teknologi informatika (IT) yang bekerjasama antara Diskominfo, akademisi serta berbagai pihak, DIY berhasil menyajikan data valid.

Data-data yang ada di DIY diverifikasi secara bertingkat dan sangat baik. Sehingga data-data orang yang harus ditolong dapat terekam dengan baik.

DIY berani mengambil langkah dan sikap, bahkan sebelum diarahkan oleh pusat.

"Saya rasa selain karena pemimpinnya, ini juga karena masyarakatnya yang memiliki kesadaran tinggi," ujar Melky.

Sementara itu, Sekda DIY mengungkapkan, kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia untuk dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Kesehatan adalah modal utama manusia untuk dapat bertahan hidup mencari rezeki dan meneruskan peradaban.

Pandemi COVID-19 memaksa DIY untuk bergerak cepat, mendorong akselerasi pembangunan kesehatan masyarakat. Fenomena ini mendorong seluruh komponen kesehatan dan masyarakat untuk bekerja keras melawan musuh yang tidak terlihat.

Pelayanan dan jaminan kesehatan menjadi tanggung jawab pemerintah sehingga pengelolaan sektor kesehatan harus selalu diupdate dan diupgrade.

Perkembangan situasi yang dinamis pada sektor kesehatan harus dikelola dengan prinsip gotong-royong dan menerapkan aspek ekuitas.

Capaian DIY ini, menurut Aji, bukan perlombaan. Prestasi yang diraih bukan untuk berpuas diri.

"Karena pandemi COVID-19 belum berakhir hingga waktu yang tidak bisa diprediksi," katanya.

Pencapaian ini adalah momentum bagi DIY untuk bisa berkembang lebih baik lagi serta menularkan pengalaman kepada daerah lain.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Kardin

Baca Juga