adplus-dvertising

Dua Warga NTT Alami Luka Serius Usai Dipanah OTK

Berto Davids, telisik indonesia
Senin, 28 Maret 2022
686 dilihat
Dua Warga NTT Alami Luka Serius Usai Dipanah OTK
Dua warga di NTT yang terkena anak panah. Foto: Ist

" Tragis dialami dua warga, dimana mereka dipanah di dua lokasi berbeda oleh orang tak dikenal (OTK) "

KUPANG, TELISIK.ID - Tragis dialami dua warga di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/3/2022) malam.

Mereka dipanah di dua lokasi berbeda oleh orang tak dikenal (OTK), hingga mengalami luka serius.

Korbannya masing-masing, Yanto (45), warga asal Desa Sukosono Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang juga pekerja mebel. Selama ini ia tinggal di RT 15/RW 08, Dusun IV, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ia mengalami luka pada perut bagian kiri karena terkena panah.


Sedangkan korban lainnya yakni Ozias Dez Oscar Henuk (28), petani yang juga warga RT 13/RW 07, Dusun IV, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ozias mengalami luka pada bahu kiri bagian belakang.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, dua korban yang mengalami luka serius itu dipanah dengan menggunakan panah Ambon.

Kejadian pertama terjadi pada Minggu malam. Saat itu korban Yanto sedang berbelanja pulsa listrik di Kios Adiba.

Ketika korban pulang kurang lebih 100 meter dari kios tepat di depan cabang Kantor Balai Jalan Provinsi, tiba-tiba perut bagian kiri korban terkena anak panah.

Baca Juga: Begini Motif Pelajar Penyerang Indomaret Lawata Kendari

"Korban pun langsung lari ke rumah dan meminta pertolongan," kata Kapolres Kupang.

Saat tiba di rumah rekan kerjanya, korban langsung meminta pertolongan kepada warga serta membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dengan kondisi anak panah masih menempel di perut.

Setengah jam kemudian korban Ozias Dez Oschar Henuk mengalami hal yang sama.

Korban bersama dengan beberapa rekannya sedang mengerjakan lapak untuk berjualan garam di pinggir jalan dengan posisi membelakangi jalan.

Namun tiba-tiba rekan korban mendengar bunyi benturan batu yang mengenai korban. Korban dan rekan-rekan langsung berlindung.

Namun tidak lama korban langsung menyampaikan kepada rekannya bahwa ada anak panah di bahunya.

Mendengar hal tersebut rekan korban langsung melihat dan berusaha untuk menarik/mencabut anak panah tersebut dari bahu korban.

Karena anak panah tidak bisa terlepas dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, salah satu rekan korban langsung berlari ke rumah untuk memberi tahu istri korban

Baca Juga: Takut Gempa, Seorang Mahasiswi Malah Nyaris Dicabuli Maling di Kamar Kosnya

"Mereka kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah SK Lerik Kota Kupang untuk mendapatkan pertolongan," kata Kapolres

Sementara itu, Kapolsek Kupang Tengah, Iptu Elpidus Kono Feka, S.Sos yang dikonfirmasi Senin (28/3/2022), membenarkan kejadian ini.

Ia mengatakan, polisi masih menyelidiki pelaku dan motif kasus penganiayaan dengan panah ini.

"Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti anak panah dari tubuh korban," ujar Kapolsek. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Kardin

Baca Juga