Eropa Bocorkan Dokumen Rahasia Rusia Siaga Kudeta Putin, Kremlin Sudah Perketat Keamanan Berlapis

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 05 Mei 2026
0 dilihat
Eropa Bocorkan Dokumen Rahasia Rusia Siaga Kudeta Putin, Kremlin Sudah Perketat Keamanan Berlapis
Vladimir Putin memperketat keamanan Kremlin setelah laporan intelijen Eropa mengungkap potensi ancaman kudeta internal. Foto: Repro AFP

" Pergerakan terbatas Presiden Rusia memicu penguatan keamanan berlapis di Kremlin, setelah laporan intelijen Eropa mengungkap potensi ancaman internal "

RUSIA, TELISIK.ID - Pergerakan terbatas Presiden Rusia memicu penguatan keamanan berlapis di Kremlin, setelah laporan intelijen Eropa mengungkap potensi ancaman internal, termasuk risiko kudeta dan kebocoran informasi sensitif.

Kremlin dilaporkan meningkatkan pengamanan terhadap Vladimir Putin di tengah kekhawatiran atas potensi ancaman internal. Laporan intelijen Eropa menyebutkan bahwa langkah pengamanan kini diperketat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya dinamika keamanan domestik Rusia.

Penguatan sistem keamanan tidak hanya berlaku bagi Putin, tetapi juga menyasar lingkaran terdekatnya. Sejumlah staf penting seperti juru masak, pengawal, hingga fotografer disebut tidak lagi diperbolehkan menggunakan transportasi umum. Mereka juga diwajibkan menggunakan ponsel tanpa akses internet untuk meminimalkan potensi penyadapan serta kebocoran informasi strategis.

Selain itu, pengunjung Kremlin kini harus melalui pemeriksaan berlapis sebelum memasuki area dalam. Sistem pengawasan tambahan juga dipasang di kediaman para staf kunci. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mempersempit celah kebocoran informasi di lingkungan internal pemerintahan Rusia.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan setelah meningkatnya ketegangan internal, terutama pasca pembunuhan seorang jenderal Rusia pada Desember lalu. Peristiwa itu disebut memicu kekhawatiran di kalangan aparat keamanan mengenai stabilitas internal serta potensi ancaman terhadap struktur kekuasaan.

“Sejak awal Maret 2026, Kremlin dan Vladimir Putin sendiri telah khawatir tentang potensi kebocoran informasi sensitif, serta risiko rencana atau upaya kudeta,” demikian isi laporan yang dikutip dari CNN International.

Baca Juga: Kediaman Pribadi Vladimir Putin Dikepung Serangan Drone Ukraina? Rudal Nuklir Oreshnik Disiagakan di Perbatasan

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Putin mulai membatasi pergerakannya. Ia dikabarkan mengurangi kunjungan ke sejumlah lokasi rutin, termasuk kediaman pribadinya di wilayah Moskow dan Valdai. Sepanjang tahun ini, ia juga disebut belum mengunjungi fasilitas militer secara langsung.

Sebagai gantinya, Kremlin lebih sering merilis rekaman video yang telah diproduksi sebelumnya untuk menjaga citra kehadiran publik presiden. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi komunikasi di tengah kondisi keamanan yang dinilai sensitif.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Putin juga dilaporkan lebih sering menghabiskan waktu di bunker dengan tingkat keamanan tinggi. Salah satu lokasi yang disebut berada di wilayah Krasnodar yang berbatasan dengan Laut Hitam.

Di sisi lain, tekanan terhadap Rusia terus meningkat. Negara-negara Barat memperkirakan korban di pihak Rusia mencapai sekitar 30.000 orang tewas dan terluka setiap bulan dalam konflik yang masih berlangsung di Ukraina.

Serangan drone dari Ukraina dilaporkan semakin sering menjangkau wilayah Rusia. Selain itu, gangguan layanan komunikasi di kota-kota besar disebut memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat perkotaan yang terdampak langsung oleh situasi keamanan.

Laporan tersebut turut menyoroti adanya ketegangan di kalangan elite militer dan keamanan. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan risiko kudeta yang dikaitkan dengan Sergei Shoigu, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.

“Shoigu dikaitkan dengan risiko kudeta karena ia masih memiliki pengaruh signifikan di dalam komando tinggi militer,” demikian isi laporan tersebut.

Namun, laporan itu tidak menyertakan bukti konkret atas klaim tersebut. Situasi ini dinilai sensitif mengingat posisi Shoigu sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Putin dalam struktur pemerintahan Rusia.

Ketegangan internal juga tercermin dalam pertemuan Kremlin pada akhir 2025. Kepala Staf Umum Valeri Gerasimov dilaporkan mengkritik Kepala FSB Alexander Bortnikov terkait kegagalan melindungi personel militer.

“Menekankan rasa takut dan demoralisasi yang ditimbulkan di antara personel, Valeri Gerasimov sangat mengkritik rekan-rekannya di dinas khusus karena kurangnya pandangan ke depan,” tulis laporan tersebut.

Sebagai respons, Putin disebut memperluas peran Dinas Perlindungan Federal untuk melindungi hingga 10 komandan senior, tidak hanya dirinya. Langkah ini dilakukan guna memperkuat perlindungan terhadap struktur komando militer dalam menghadapi potensi ancaman internal.

Baca Juga: Putin Seret Standar Ganda AS dalam Polemik India Beli Minyak Rusia untuk Dana Perang Ukraina

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengakui adanya peningkatan ancaman keamanan, khususnya dari serangan jarak jauh Ukraina. “Dengan latar belakang ancaman teroris ini, tentu saja semua tindakan sedang diambil untuk meminimalkan bahaya,” ujarnya.

Peningkatan pengamanan ini juga berdampak pada perayaan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei. Parade militer di Lapangan Merah disebut akan digelar tanpa alutsista berat seperti kendaraan lapis baja dan rudal, berbeda dari tradisi sebelumnya.

Langkah tersebut mencerminkan situasi keamanan yang tengah dihadapi Rusia. Pemerintah disebut terus melakukan penyesuaian kebijakan guna menjaga stabilitas di tengah tekanan internal dan eksternal yang masih berlangsung hingga saat ini. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga