Festival Liangkabori 2026 Jadi Momentum Dorong Geopark Muna Raya Mendunia
Erni Yanti, telisik indonesia
Minggu, 21 Juni 2026
0 dilihat
Kadis Pariwisata Sultra Ridwan Badallah dan pamflet jadwal penyelenggaraan Liangkobori Fest 2026. Foto: Ist.
" Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Muna dan Pemerintah Desa Liangkabori akan menggelar Liangkabori Fest 2026 pada 11–13 Juli 2026 di Kawasan Situs Liangkabori, Gua Metanduno, Kabupaten Muna "

MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Muna dan Pemerintah Desa Liangkabori akan menggelar Liangkabori Fest 2026 pada 11–13 Juli 2026 di Kawasan Situs Liangkabori, Gua Metanduno, Kabupaten Muna.
Festival budaya tahunan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat promosi sejarah, budaya, dan pariwisata Muna sekaligus mendukung pengembangan kawasan Muna Raya menuju pengakuan sebagai geopark dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, mengatakan pelaksanaan festival merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk mengangkat potensi budaya dan sejarah Muna ke tingkat nasional maupun internasional.
"Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, dan Pemerintah Desa Liangkabori. Festival ini akan menjadi agenda tahunan untuk membangkitkan kembali seluruh event adat dan budaya yang ada di wilayah Muna," kata Ridwan.
Baca Juga: Pertamina dan Hiswana Migas Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Menurutnya, kawasan Liangkabori memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pengembangan kawasan geopark di Kepulauan Muna.
Ia menjelaskan, Festival Liangkabori tahun ini dirancang lebih meriah dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya dan tradisi masyarakat Muna. Selain menampilkan kesenian daerah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
"Kita akan menghadirkan berbagai atraksi budaya, mulai dari lomba layang-layang kreasi Kolope, permainan tradisional Kalego, lagu daerah Muna, tari kreasi tradisional Muna, pidato bahasa Muna, fashion show tenun Muna, hingga berbagai atraksi adat lainnya," beber Ridwan.
Panitia juga menyiapkan kegiatan napak tilas atau apatilas yang mengajak peserta menyusuri kawasan bersejarah Liangkabori melalui jalan kaki, jogging, bersepeda, maupun berkendara roda dua.
"Kami ingin masyarakat merasakan langsung bagaimana kawasan Liangkabori menjadi salah satu tempat penting dalam sejarah peradaban masyarakat Muna. Karena itu, kegiatan apatilas akan menjadi bagian menarik dalam festival tahun ini," jelas Ridwan.
Festival Liangkabori 2026 direncanakan akan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan, Gubernur Sulawesi Tenggara, serta para kepala daerah di kawasan Muna Raya.
Ridwan mengungkapkan bahwa pengembangan Liangkabori tidak terlepas dari upaya besar menjadikan kawasan Muna Raya sebagai geopark dunia.
Gagasan tersebut telah dibahas dalam pertemuan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.
Baca Juga: Warga Desa Lasunapa Swadaya Perbaiki Jalan, Kadis PMD Muna: Bukti Kemandirian Desa
"Hasil pertemuan bersama Bappenas menunjukkan bahwa kawasan Muna Raya memiliki potensi besar sebagai kawasan cagar budaya berbasis karst atau geopark. Di dalamnya terdapat kekayaan geologi, budaya, dan sejarah yang sangat layak untuk dikembangkan sebagai destinasi konservasi dan wisata berkelas dunia," katanya.
Menurutnya, sektor pariwisata akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan kawasan tersebut, sehingga berbagai kegiatan promosi dan pelestarian budaya perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui Festival Liangkabori 2026 yang mengusung tema "Selebrasi Budaya dan Sejarah Daseise Lalo, Damowanu Liwu" dengan tagline "Nomaigho Te-Wuna So Djunia", pemerintah berharap budaya dan sejarah Muna semakin dikenal luas sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
"Festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada dunia," tutup Ridwan. (D)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS