Pelaku Bom Ikan Banyak dari Luar Wakatobi, BTNW Beber Kendala

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Rabu, 05 Agustus 2026
0 dilihat
Pelaku Bom Ikan Banyak dari Luar Wakatobi, BTNW Beber Kendala
BTNW sebut mayoritas pelaku pengeboman ikan di Wakatobi diduga pendatang. Foto: Repro wisatakita

" Sebagian besar pelaku penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di kawasan Taman Nasional Wakatobi diduga merupakan pendatang dari luar daerah "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) mengungkapkan, sebagian besar pelaku penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di kawasan Taman Nasional Wakatobi diduga merupakan pendatang dari luar daerah yang tinggal sementara di Kabupaten Wakatobi.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Wangi-Wangi, La Fasa mengatakan, para pelaku umumnya menetap sementara di Pulau Wangi-Wangi, terutama di kawasan pesisir Mola.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya pencegahan karena mereka cenderung menghindari pembinaan maupun sosialisasi yang dilakukan petugas.

"Hanya saja, umumnya pelaku ini berasal dari luar Wakatobi yang datang tinggal sementara di Pulau Wangi-Wangi, khususnya di sekitar desa-desa di Mola. Para pelaku umumnya sulit diajak menghadiri sosialisasi dan cenderung menghindari petugas atau tim penyuluh Balai Taman Nasional Wakatobi," kata La Fasa kepada Telisik.id, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: BTNW Akui Pengeboman Ikan Masih Terjadi di Wakatobi, Tiga Perahu Pernah Diamankan

Meski demikian, BTNW terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Selain patroli di kawasan konservasi, pihaknya secara rutin menggelar pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir melalui kelompok-kelompok binaan yang tersebar di sejumlah desa.

"Kegiatan pembinaan dan sosialisasi di desa maupun kepada terduga pelaku selama ini sudah lebih dari cukup. Itu merupakan program rutin bulanan setiap tahun. Kami juga memiliki kelompok binaan di beberapa desa, khususnya desa-desa pesisir yang terindikasi terdapat oknum nelayan yang menangkap ikan dengan bom," ujarnya.

La Fasa mengakui, pemberantasan praktik pengeboman ikan hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang paling sulit dikendalikan adalah peredaran bahan baku pembuatan bom ikan yang berasal dari pupuk pertanian dan masih diperjualbelikan secara legal.

"Kendala yang selama ini sulit diberantas adalah peredaran bahan baku bom ikan. Sulit dikendalikan karena bahan bakunya mudah didapat. Itu merupakan pupuk legal atau pupuk pertanian yang peredarannya tidak dilarang dan diperbolehkan untuk tujuan pemupukan tanaman pertanian," jelasnya.

Selain persoalan bahan baku, La Fasa menilai pemberantasan pengeboman ikan juga membutuhkan kerja sama yang lebih erat antar instansi penegak hukum.

"Kendala lainnya, instansi penegak hukum belum kompak atau belum sinergi dalam pemberantasan pelaku pengeboman ikan. Penanganannya juga membutuhkan biaya yang cukup besar," katanya.

Baca Juga: Sosok Viral Pemeran Link Video Yank Uwes Yank Disebut Menikah, Foto Pengantin Ramai Beredar

Karena itu, BTNW mengajak masyarakat agar tidak tergiur ajakan para pemodal maupun oknum pelaku untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Pemerintah desa juga diharapkan terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

"Kami berharap masyarakat menghindari ajakan oknum pelaku atau pemodal yang mengajak melakukan pengeboman ikan. Pemerintah desa juga diharapkan terus menghimbau masyarakatnya agar menjadi nelayan yang ramah lingkungan," pungkasnya. (C)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga