Digitalisasi Farmasi KKN Nawasena UHO 2026 Bantu Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat Lapulu Kendari

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 05 Agustus 2026
0 dilihat
Digitalisasi Farmasi KKN Nawasena UHO 2026 Bantu Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat Lapulu Kendari
Tim KKN Tematik Nawasena 2026 bersama aparat Kelurahan Lapulu usai peluncuran program Digitalisasi Farmasi berbasis teknologi untuk masyarakat. Foto: Ist.

" Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Nawasena 2026 Universitas Halu Oleo (UHO) meluncurkan program Digitalisasi Farmasi "

KENDARI, TELISIK.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Nawasena 2026 Universitas Halu Oleo (UHO) meluncurkan program Digitalisasi Farmasi di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Program tersebut dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan berbasis digital yang mengintegrasikan ilmu kefarmasian dan teknologi informasi untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Koordinator Desa KKN Tematik Nawasena 2026, Zein Falsafat, menjelaskan bahwa Digitalisasi Farmasi dirancang sebagai pusat informasi yang memuat berbagai materi edukatif mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta penggunaan obat yang aman dan rasional.

"Digitalisasi Farmasi dikembangkan sebagai media edukasi berbasis digital yang memuat informasi lengkap mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan juga dilengkapi dengan berbagai fitur informatif yang mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat," kata Zein Falsafat kepada telisik.id, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Platform tersebut tidak hanya menyajikan informasi mengenai TOGA, tetapi juga memuat data kesehatan masyarakat Kelurahan Lapulu, edukasi penggunaan obat sesuai prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar.

Selain itu, tersedia pula materi mengenai pentingnya penggunaan obat secara bijak untuk mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan efektivitas terapi.

Website Digitalisasi Farmasi juga menampilkan profil mahasiswa KKN Tematik Nawasena 2026 beserta dosen pembimbing lapangan sebagai bagian dari identitas pelaksana program. Kehadiran informasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengenal tim pengabdian yang mengembangkan inovasi digital tersebut.

Melalui platform yang dapat diakses di https://nawasenalapulu.id, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai tanaman obat yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Informasi disusun agar mudah dipahami sehingga dapat dimanfaatkan kapan saja tanpa bergantung pada media cetak maupun kegiatan penyuluhan secara langsung.

Baca Juga: Belanja Negara di Sultra Meningkat, Pendapatan Daerah Belum Optimal

Program Digitalisasi Farmasi berawal dari potensi Kelurahan Lapulu yang memiliki beragam tanaman obat yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai pengobatan tradisional.

Namun, pemanfaatannya masih didasarkan pada pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun sehingga informasi mengenai identitas tanaman, kandungan senyawa aktif, manfaat ilmiah, hingga cara pengolahan yang benar belum terdokumentasi secara sistematis.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Nawasena mengembangkan platform digital yang menggabungkan pengetahuan tradisional dengan referensi ilmiah.

Program tersebut juga menjadi tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi pengolahan jamu yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Lapulu.

Dalam platform tersebut, setiap tanaman obat disajikan dengan informasi mengenai nama lokal, nama ilmiah, deskripsi morfologi, hingga klasifikasi atau taksonomi tanaman.

Informasi itu bertujuan membantu masyarakat mengenali tanaman obat secara tepat sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan identifikasi.

Selain itu, masyarakat juga dapat mempelajari kandungan senyawa metabolit pada setiap tanaman beserta manfaat farmakologis yang telah dilaporkan dalam berbagai penelitian.

Informasi tersebut disusun agar masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat tanaman obat, tetapi juga memahami dasar ilmiah yang mendukung penggunaannya.

Platform ini juga menyediakan panduan pengolahan tanaman obat, mulai dari bagian tanaman yang digunakan, metode pengolahan, hingga anjuran penggunaan secara bijak.

Materi tersebut disusun dengan memperhatikan aspek keamanan agar masyarakat memperoleh manfaat optimal dari tanaman obat.

Baca Juga: Tanpa Toko dan Modal, Rumah Kuee di Kendari Tembus Perputaran Transaksi Rp 100 Juta dalam 3 Bulan

Pengembangan Digitalisasi Farmasi melibatkan kolaborasi mahasiswa Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknik Informatika Universitas Halu Oleo. Mahasiswa Farmasi menyusun serta memvalidasi materi ilmiah, sedangkan mahasiswa Teknik Informatika merancang dan mengembangkan sistem digital agar informasi dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.

"Kolaborasi antara mahasiswa Farmasi dan Teknik Informatika menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini sehingga informasi kesehatan dapat disajikan secara menarik, interaktif, dan mudah diakses masyarakat melalui perangkat digital," ujar Zein.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik Nawasena 2026 berharap masyarakat Kelurahan Lapulu semakin mudah memperoleh informasi yang valid mengenai tanaman obat, memanfaatkan potensi hayati lokal secara tepat, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga didukung oleh telisik.id dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga