Genjot SDM Kesehatan, Bapelkes Sultra Target 80 Pelatihan dan Pendapatan Tembus Rp 1 Miliar
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 02 April 2026
0 dilihat
Kepala Bapelkes Sultra, Mutalib (kiri), saat menandatangi PKS pelatihan dengan Kepala Dinas Keaehatan Bombana. Foto: Ist.
" Bapelkes Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah terakreditasi A menargetkan sekitar 80 pelatihan tenaga kesehatan pada 2026 "

KENDARI, TELISIK.ID - Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah terakreditasi A menargetkan sekitar 80 pelatihan tenaga kesehatan pada 2026, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan hingga Rp 1 miliar.
Kepala Bapelkes Sultra, Mutalib, mengatakan program tersebut tetap berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, meski di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada pembiayaan pelatihan.
“Bapelkes tetap memfasilitasi pelatihan. Tahun ini ada sekitar 80 pelatihan yang melibatkan 17 kabupaten/kota,” ujarnya, Selasa (2/4/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program mandatori Kementerian Kesehatan untuk mendukung prioritas nasional, seperti penanganan tuberkulosis (TB) dan peningkatan layanan kesehatan.
Program ini didukung berbagai sumber pendanaan, antara lain dana alokasi khusus (DAK) nonfisik, dana dekonsentrasi, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) dari World Bank.
Baca Juga: Bapelkes Sultra Selenggarakan Pelatihan Manajemen Puskesmas ILP untuk Calon Kepala Unit
Di sisi lain, Mutalib mendorong percepatan penetapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan anggaran lebih fleksibel.
“Selama ini kami masih bergantung pada dinas. Padahal fasilitas digunakan setiap hari dan butuh penanganan cepat,” jelasnya.
Selain pelatihan, Bapelkes juga mulai mengoptimalkan fasilitas seperti aula, ruang kelas, dan asrama sebagai sumber pendapatan.
Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat, seperti pertemuan hingga resepsi pernikahan.
“Kalau dikembangkan lebih baik, ini bisa menjadi sumber PAD yang potensial,” kata Mutalib.
Namun, ia mengakui masih ada kendala, terutama keterbatasan alat praktik seperti peralatan laboratorium dan manikin yang harus disewa dari luar daerah dengan biaya cukup besar.
Dari sisi kinerja, Mutalib menyebut pendapatan Bapelkes terus mengalami peningkatan sejak 2023. Dari sekitar Rp 160 juta pada 2022, naik menjadi Rp 230 juta pada 2023, lalu melonjak hingga Rp 780 juta pada 2024.
Baca Juga: Bapelkes Sultra Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan Tangani Korban TPPO dan Kekerasan Anak
Sementara pada 2025, pendapatan berada di kisaran Rp 500–600 juta akibat kebijakan efisiensi dan terbukanya peluang bagi lembaga pelatihan lain.
Meski demikian, Mutalib optimistis target tahun ini dapat terlampaui.
“InsyaAllah, kami optimistis pendapatan bisa mencapai Rp 1 miliar,” pungkasnya. (C-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS