adplus-dvertising

Gerbang Menuju Ramadhan, Ini Keistimewaan Bulan Rajab

Haerani Hambali, telisik indonesia
Rabu, 02 Februari 2022
2872 dilihat
Gerbang Menuju Ramadhan, Ini Keistimewaan Bulan Rajab
Rasulullah mengajarkan doa yang dibaca saat memasuki bulan Rajab, agar diberi keberkahan dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Foto: Repro pesantren.uii.ac.id

" Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan "

KENDARI, TELISIK.ID - Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan. Selain bulan Rajab, ada tiga bulan lainnya yang termasuk bulan haram yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Disebutkan dalam Al-Qur’an, di bulan haram, perang dan pertempuran tidak diperbolehkan.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran, Surat At Taubah ayat 36.


“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36).

Melansir iNews.id, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut. Oleh karena itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham, yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.

Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan, terkecuali musuh yang memulai. Keharaman melakukan perbuatan-perbuatan kemaksiatan di bulan-bulan tersebut lebih besar dibandingkan bulan-bulan lain.

Berikut ini beberapa keistimewaan Bulan Rajab dalam Islam:

1. Bulan Agung

Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab” merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan.  

2. Bulan Kebaikan

Rajab biasa juga disebut Al-Ashabb yang berarti yang mengucur atau menetes. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

3. Bulan Damai

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan Al-Ashamm atau yang tuli karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. 

4. Bulan Rajam

Julukan lain untuk bulan Rajab adalah Rajam yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

5. Bulan Mulia 

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan (Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram) yang dimuliakan oleh Allah SWT berdasarkan firman-Nya dalam surat al-Taubat ayat 36. Selama 4 (empat) bulan ini Muslim tidak boleh berperang kecuali bersifat defensif karena diserang. Selain itu, harus lebih banyak beribadah dan menghindari perbuatan dosa.

6. Bulan Penuh Penghormatan

Bulan Rajab merupakan bulan dimulainya persiapan jasmani, rohani dan ekonomi menuju ibadah di bulan Ramadhan, sehingga Rasulullah SAW berdoa:

Baca Juga: Benarkah Manusia Hidup dan Mati Dua Kali?

Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhoon

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan.” 

7. Malam Mustajab

Di antara keutamaan bulan Rajab bahwa malam satu Rajab adalah salah satu malam yang mustajab bagi doa sebagaimana ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm:    

"Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”  

8. Bulan Ibadah

Pada bulan Rajab ini, dianjurkan untuk memperbanyak amal-amal kebaikan dan ketaatan. Salah satunya adalah memperbanyak puasa. Disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab seperti halnya juga disunnahkan untuk memperbanyak puasa di tiga bulan haram yang lain, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. 

Baca Juga: Manusia Terbagi Menjadi Dua Golongan di Hari Kiamat Kelak, Ini Penjelasannya

9. Peristiwa Isra Miraj  

Bulan Rajab adalah bulan yang di dalamnya ada peristiwa penting, yaitu Isra dan Miraj Rasulullah SAW serta perintah ibadah salat fardu lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT, tanpa melalui Malaikat Jibril AS.

Tak ada hadis yang secara khusus menyunnahkan melakukan amalan tertentu di bulan Rajab.

Dikutip dari Republika.co.id, para ulama berpendapat, Nabi Shallallahu alaihi wasallam membuat kesamaan antara Rajab dan Ramadhan dalam hal kesempatan untuk melakukan perbuatan baik. Karena Ramadhan adalah bulan puasa, dianjurkan untuk menjalankan puasa di bulan Rajab. Namun, puasa di bulan Rajab tidak memerlukan pahala khusus. Ini seperti puasa di setiap bulan sepanjang tahun.

Umat Islam suka berpuasa di bulan Rajab karena ini adalah pintu gerbang menuju Ramadhan. Mereka yang melewatkan beberapa hari puasa lebih memilih mengqadha di bulan Rajab. Wanita yang tidak bisa berpuasa di bulan Ramadhan karena menstruasi, lebih memilih mengganti hari-hari yang terlewat di bulan Rajab dan Syaban. (C)

Reporter: Haerani Hambali

Baca Juga