JAKARTA, TELISIK.ID - Keputusan Mahkamah Agung (MA) Pasal 3 ayat (7) PKPU Nomor 5 Tahun 2019 menyita perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya, sebagian masyarakat menilai, dengan putusan ini hasil Pilpres 2019 yang memenangkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bisa dibatalkan.
Namun hal tersebut tidak dibenarkan oleh pihak Partai Gerindra sebagai penantang Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres kemarin.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, dirinya curiga dengan putusan MA itu untuk memecah belah konsentrasi rakyat agar tidak fokus ke permasalahan yang terjadi di bangsa saat ini.
"Saya curiga ada pihak-pihak yang secara sistematis sengaja menyebarkan narasi batalnya hasil Pilpres dengan Putusan MA dengan tujuan memecah konsentrasi rakyat. Rakyat dipasok info palsu tersebut agar persoalan-persoalan besar luput dari perhatian," kata Habiburokhman dalam pesan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).
Menurut Anggota Komisi III itu, putusan MA tidak berpengaruh pada hasil Pilpres yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
