Halalbihalal Travel APW Perkuat Kepercayaan Jemaah Melalui Evaluasi dan Silaturahmi

Erni Yanti, telisik indonesia
Minggu, 29 Maret 2026
0 dilihat
Halalbihalal Travel APW Perkuat Kepercayaan Jemaah Melalui Evaluasi dan Silaturahmi
Jajaran manajemen, konsultan dan pengguna Travel APW dalam kegiatan halalbihalal sebagai ajang silaturahmi serta memperkuat pelayanan kepada jemaah umrah. Foto: Erni Yanti/Telisik

" Travel Ahbar Prima Wisata (APW) menggelar Halalbihalal sebagai upaya mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat sinergi antara manajemen dan konsultan yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara "

KENDARI, TELISIK.ID - Travel Ahbar Prima Wisata (APW) menggelar Halalbihalal sebagai upaya mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat sinergi antara manajemen dan konsultan yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi internal sekaligus penguatan komitmen pelayanan bagi jemaah umrah yang menggunakan jasa travel APW.

Direktur APW, Dahris Djudawie mengatakan, kegiatan ini penting untuk menjaga kekompakan antara manajemen dan konsultan yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pelayanan dan sosialisasi travel kepada masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi antara konsultan dan manajemen. Karena hubungan yang baik di internal akan sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada jemaah,” ujar Dahris.

Ia menjelaskan, Ahbar Prima Wisata lahir dari pengalaman panjang dirinya sebagai konsultan di sejumlah travel sebelumnya. Berbekal pengalaman, relasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan jamaah, ia kemudian berinisiatif mendirikan travel sendiri.

Baca Juga: Kendari Segera Mendunia, UCLG ASPAC 2026 Jadi Panggung UMKM dan Potensi Lokal

“Awalnya saya juga dari konsultan, beberapa kali berpindah travel, lalu muncul inisiatif untuk membuat travel sendiri. Proses berpikirnya sekitar tiga bulan, kemudian pengurusan badan hukum dan lainnya sekitar enam bulan. Jadi total sembilan bulan sampai akhirnya berdiri,” jelasnya.

Travel APW resmi berdiri pada 6 Maret 2025 dan kini genap berusia satu tahun. Dalam perjalanannya, travel ini telah melaksanakan empat kali pemberangkatan jemaah umrah dan menargetkan pemberangkatan berikutnya pada Juli 2026 dengan estimasi sekitar 80 jemaah.

Dahrias menyebut, pemberangkatan perdana APW pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 jemaah, namun pada pemberangkatan berikutnya jumlah tersebut meningkat signifikan hingga 38 jemaah, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, respon jemaah sangat baik. Jemaah yang sudah pernah berangkat kemudian kembali membawa jemaah lain. Artinya, pelayanan yang kami berikan dirasakan langsung dan menjadi promosi dari mulut ke mulut,” katanya.

Tekankan amanah dan pelayanan dalam menjalankan usahanya, APW mengedepankan prinsip amanah, pelayanan, dan kesesuaian fasilitas dengan apa yang dijanjikan kepada jemaah sejak awal.

Menurut Dahrias, saat ini APW memang belum menggantung izin PPIU sendiri, namun seluruh proses keberangkatan tetap dilakukan secara legal dengan menggunakan provider resmi yang telah memiliki izin.

“Kalau untuk badan hukum kami sudah ada. Untuk izin operasional keberangkatan, kami menggunakan provider resmi. Jadi kami membawa brand APW, sementara seluruh perizinan teknis keberangkatan menggunakan izin provider. Insya Allah aman dan nyaman untuk jemaah,” jelasnya.

Ia menegaskan, kepercayaan jemaah menjadi modal paling utama dalam bisnis travel umrah. Karena itu, APW berupaya memastikan bahwa seluruh fasilitas yang ditawarkan kepada calon jemaah benar-benar sesuai dengan yang diterima selama perjalanan ibadah.

“Yang kami jaga itu amanah. Apa yang dibayar jemaah di sini, itu juga yang mereka dapatkan di sana. Tidak ada lagi tambahan biaya yang tiba-tiba diminta saat di Tanah Suci,” tegasnya.

Paket Mulai Rp 32,5 Juta untuk paket perjalanan umrah, APW menawarkan beberapa pilihan berdasarkan kategori hotel dan fasilitas. Paket bintang 3 dibanderol mulai dari Rp 32,5 juta, paket bintang 4 sekitar Rp 37,5 juta, dan paket bintang 5 sebesar Rp 41 juta.

Harga tersebut, kata Dahrias, sudah mencakup keberangkatan dari Kendari, tiket pesawat, bagasi, akomodasi, hingga pelayanan selama perjalanan ibadah.

“Untuk paket bintang 3 mulai dari Kendari itu Rp 32,5 juta, bintang 4 Rp 37,5 juta, dan bintang 5 Rp 41 juta. Itu sudah termasuk tiket pesawat, bagasi, hotel, dan seluruh pelayanan. Bahkan untuk paket tertentu juga sudah termasuk fasilitas seperti kereta cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin mendaftar, APW menerapkan sistem pembayaran yang dinilai lebih ringan, yakni cukup dengan uang muka (DP) Rp 3,5 juta.

“Pelunasan dilakukan mendekati jadwal keberangkatan, sekitar 45 hari sampai dua bulan sebelum berangkat. Jadi kami tidak meminta pelunasan terlalu jauh dari waktu keberangkatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen APW yang juga terlibat dalam pengelolaan travel, Cita Wati menegaskan, pelayanan kepada jemaah bukan semata urusan bisnis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab ibadah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, mengelola travel umrah berarti mengelola kepercayaan sekaligus menjaga kenyamanan ibadah seseorang dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Mengelola travel ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal bagaimana menjaga kenyamanan dan keamanan ibadah jemaah. Jadi yang kami pikirkan bukan sekadar keuntungan, tetapi bagaimana jemaah puas dengan pelayanan yang mereka terima,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu prinsip yang dijaga dalam pelayanan APW adalah tidak ‘bicara dua kali’, yakni seluruh komitmen yang disampaikan di awal harus tetap konsisten hingga proses ibadah selesai.

“Kalau dari awal kami sampaikan fasilitasnya seperti ini, maka itu yang harus dijaga sampai jamaah pulang. Jangan sampai ada perubahan yang membuat jemaah kecewa. Karena yang paling penting dalam travel ini adalah trust atau kepercayaan,” kata Cita.

Kegiatan Halalbihalal ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi antara manajemen dan para konsultan untuk menyerap masukan, menyusun strategi sosialisasi, sekaligus memperkuat arah kebijakan pelayanan APW ke depan.

APW selama ini mengembangkan strategi promosi dengan pendekatan edukatif dan religius, yakni turun langsung ke daerah bersama ustaz untuk memberikan pemahaman seputar ibadah umrah, sebelum memperkenalkan layanan travel kepada masyarakat.

“Kalau ada undangan dari konsultan daerah, kami turun langsung. Biasanya kami bawa ustaz untuk memberi pencerahan dulu tentang umrah, setelah itu baru dialog dan sosialisasi. Jadi pendekatannya bukan sekadar promosi, tapi juga edukasi,” jelasnya

Menurut pihak manajemen, pola tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat di tengah maraknya kasus travel yang dinilai merugikan jemaah.

Baca Juga: Bank Sultra Naikkan Dividen Jadi 75 Persen, Dorong PAD dan Pembangunan Daerah

Ke depan, APW menargetkan peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan hubungan antara manajemen serta konsultan, agar mampu menjaga kepercayaan jamaah di tengah persaingan bisnis travel umrah yang semakin ketat.

Dahrias menegaskan, tantangan terbesar industri travel saat ini adalah menjaga nama baik dan kepercayaan publik di tengah maraknya kasus travel bermasalah.

“Karena sekarang masyarakat sudah semakin hati-hati memilih travel. Jadi kami hanya ingin menegaskan satu hal, yaitu amanah. Kalau amanah dijaga, Insya Allah jemaah akan tetap percaya,” pungkasnya.

Salah seorang pengguna Travel Ahbar Prima Wisata, Risna mengaku puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan selama menggunakan jasa APW.

Menurutnya, seluruh pelayanan yang diterima sesuai dengan apa yang disampaikan sejak awal, mulai dari proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah saya puas dengan fasilitas dan pelayanannya. Apa yang disampaikan dari awal, itu juga yang kami rasakan. Karena itu saya sekarang ikut bergabung,” ujarnya. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga