Sentra Meohai Dirikan Posko dan Dapur Umum untuk Korban Banjir Kendari
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 12 Mei 2026
0 dilihat
Posko bantuan dari Sentra Meohai di bantaran Sungai Wanggu. Foto: Gede Suyana Riski/Telisik
" Sentra Meohai Kendari bergerak cepat menangani dampak banjir di Kota Kendari dengan mendirikan tenda darurat, posko bantuan, dapur umum, hingga menyiapkan layanan kesehatan "

KENDARI, TELISIK.ID - Sentra Meohai Kendari bergerak cepat menangani dampak banjir di Kota Kendari dengan mendirikan tenda darurat, posko bantuan, dapur umum, hingga menyiapkan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhamad Gunawan mengatakan, pihaknya turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan banjir dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Dinas Sosial Kota Kendari.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendirikan tenda untuk evakuasi dan penampungan warga terdampak banjir,” kata Gunawan.
Selain mendirikan tenda, Sentra Meohai juga berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi dan Kota Kendari dalam penyediaan logistik dan perlengkapan pengungsian.
Gunawan mengungkapkan, sebagian tenda darurat milik pemerintah daerah sudah tidak layak digunakan, sehingga Sentra Meohai mengambil peran dalam penyediaan tenda bagi korban banjir.
Baca Juga: HUT ke-62 Sultra Sentra Meohai Kendari Beri Bantuan Aksesibilitas untuk 30 Penerima
“Selain tenda, kami juga membantu penyaluran sembako dan mendukung pendirian dapur umum. Kami turut menyiapkan tim medis untuk mengantisipasi jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.
Saat ini, posko bantuan telah dibangun di beberapa titik terdampak banjir, di antaranya di Kaliwangu dan Kelurahan Bungkutoko. Di Bungkutoko, Sentra Meohai juga mendirikan dapur umum dan menyalurkan stok bantuan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan.
Tidak hanya fokus pada kebutuhan umum warga, Sentra Meohai juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama bayi dan anak-anak. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan siap saji, susu formula, popok, hingga biskuit anak.
Layanan kesehatan juga disiagakan selama 24 jam untuk membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.
Gunawan menilai Kaliwangu menjadi wilayah dengan kondisi banjir paling parah. Menurutnya, genangan di kawasan tersebut sulit surut karena dipengaruhi pasang air laut.
Baca Juga: Sentra Meohai Kendari Bebaskan 4 ODGJ dari Pasung di Buton Tengah
“Kalau di wilayah lain air bisa cepat surut, tetapi di Kaliwangu meski air mulai turun, saat pasang laut datang genangan kembali naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, banjir di Kendari merupakan bencana tahunan yang membutuhkan kesiapan lebih matang, terutama dalam penyediaan stok bantuan darurat seperti tenda, makanan siap saji, perlengkapan lansia dan anak-anak, serta dukungan tenaga medis.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS