adplus-dvertising

Investor Twitter Gugat Elon Musk Terkait Saham

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Minggu, 29 Mei 2022
308 dilihat
Investor Twitter Gugat Elon Musk Terkait Saham
Akun Twitter CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Repro theguardian.com

" Para investor Twitter menggugat Elon Musk dan Twitter karena proses akuisisi yang dilakukan keduanya menyebabkan perubahan harga yang bergejolak untuk saham Twitter "

JAKARTA, TELISIK.ID - CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk kini menghadapi masalah baru dengan para investor Twitter.

Melansir Suara.com - jaringan Telisik.id, para investor Twitter menggugat Elon Musk serta Twitter itu sendiri.

Alasannya, proses akuisisi yang dilakukan keduanya menyebabkan perubahan harga yang bergejolak untuk saham Twitter.


Elon Musk sebelumnya mengajukan pembelian Twitter sebesar 44 miliar dolar AS (Rp 639 triliun) atau 54,20 dolar AS (Rp 788.000) per saham pada 14 April.

Sejak Musk mengajukan tawaran akuisisi itu, harga saham Twitter turun lebih dari 12 persen. Harga saham Tesla juga ikut anjlok 28 persen.

Para investor Twitter yang mengajukan gugatan class action itu menuduh Musk melanggar undang-undang perusahaan California di beberapa bidang dan terlibat dalam manipulasi pasar.

Melansir CNBC, Minggu (29/5/2022), investor mengklaim kalau Musk diuntungkan secara finansial karena menunda kepemilikan sahamnya di Twitter.

Selain itu, orang terkaya di dunia itu juga dituduh menyembunyikan rencananya untuk menjadi anggota dewan Twitter pada awal April.

Gugatan mengatakan, kalau Musk mengetahui informasi perusahaan dari orang dalam yang didapat berdasarkan percakapan pribadi dengan dewan dan eksekutif Twitter.

Baca Juga: Mary An Bevan, Perawat Rupawan Rela Jadi Wanita Terjelek di Dunia demi Ini

Orang dalam yang dituduh ini termasuk mantan CEO Twitter, Jack Dorsey dan co-CEO, Silver Lake sekaligus anggota dewan Twitter, Egon Durban.

Gugatan juga menyebut kalau Musk melanggar undang-undang California karena dia sendiri ragu, apakah jadi menyelesaikan kesepakatan setelah menandatangani kontrak untuk membelinya.

Awal Mei kemarin, Musk memang sempat menunda akuisisi Twitter untuk mempelajari lebih lanjut terkait jumlah pengguna aktif.

Sebab ia mendapatkan laporan terkait banyaknya akun bot di platform tersebut.

Baca Juga: Ada 15-20 Wisatawan Tenggelam di Sungai Aare dalam Setahun, Diduga Ini Penyebabnya

Investor Twitter menilai kalau keluhan bot itu adalah bagian dari skema Musk demi mendapatkan harga lebih murah atau menghentikan kesepakatan.

Twitter sendiri menolak mengomentari gugatan tersebut. Sedangkan Elon Musk, belum memberikan tanggapannya. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga