MUNA, TELISIK.ID - Kabupaten Muna dulu dikenal sebagai penghasil kayu jati terbesar di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kayu-kayu jati lenyap akibat aksi pembalakan liar.  

Kini, bibit-bibit pohon jati kembali ditanam. Hal tersebut merupakan wujud kerjasama antara Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dengan Pemkab Muna.  

DPD-RI dan Pemkab mencanangkan penamanan 10 ribu pohon jati dan mangrove. Lokasinya,  pohon jati ditanam di Kecamatan Watoputeh dan mangrove di permandian Topa, Desa Labone, Kecamatan Lasalepa.

Wa Ode Rabiah Al Adwiah Ridwan, anggota DPD-RI menerangkan, penanaman 10 ribu pohon itu dalam rangka menjaga sumber daya alam hayati dan ekosistim sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.  

"Ini tugas saya memberi kontribusi bagi daerah, untuk bagaimana bisa menyelamatkan lingkungan," katanya.