Jumlah PNS Terus Menyusut, Pemerintah Godok Seleksi CPNS dan PPPK 2026
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 18 Juli 2026
0 dilihat
Pemerintah menggodok seleksi CPNS 2026 menyusul terus menyusutnya jumlah PNS dalam lima tahun terakhir. Foto: Repro Pemprov Kaltim
" Pemerintah tengah mematangkan rencana pelaksanaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah tengah mematangkan rencana pelaksanaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), khususnya untuk formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2026.
Langkah tersebut dipertimbangkan menyusul tren penurunan jumlah pegawai negeri sipil (PNS) dalam lima tahun terakhir, sementara jumlah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) terus meningkat.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena pertumbuhan jumlah PNS terus mengalami penurunan. Menurutnya, penambahan formasi PNS diperlukan untuk menjaga keseimbangan kebutuhan aparatur di berbagai instansi pemerintah.
"Ini perlu kita menambah jumlah PNS kita karena pertumbuhan PNS kita minus growth," kata Zudan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: Jadwal CAT CPNS dan PPPK 2026 Keluar, Berikut Dokumen hingga Ketentuan Pakaian Peserta
Data BKN menunjukkan jumlah PNS saat ini sebanyak 3.480.108 orang. Angka tersebut menurun sekitar 410.000 pegawai dibandingkan kondisi pada 2022 yang masih mencapai 3.890.579 orang.
Di sisi lain, jumlah PPPK meningkat signifikan. Jika pada 2022 hanya berjumlah 363.934 orang, per 1 Juli 2026 jumlahnya telah mencapai 2.076.163 orang. Angka tersebut belum termasuk PPPK paruh waktu yang kini berjumlah 1.220.600 orang, setelah sebelumnya mulai diperkenalkan dalam formasi ASN pada 2025 sebanyak 947.421 orang.
Peningkatan jumlah PPPK membuat total aparatur sipil negara (ASN) secara nasional bertambah menjadi 6.776.871 orang per 1 Juli 2026. Pada 2022, jumlah keseluruhan ASN masih berada di angka 4.254.579 orang.
Meski total ASN meningkat, Zudan menilai tren penurunan jumlah PNS tetap perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan kepegawaian nasional.
"Yang harus kita cermati adalah tren penurunan PNS, lima tahun terakhir PNS kita berkurang 410 ribu, PPPK meningkat sangat pesat," tegasnya.
Dalam rapat kerja bersama Komite I DPD, Zudan juga menjelaskan bahwa proses seleksi CASN 2026 perlu segera dipersiapkan. Menurut dia, kebutuhan aparatur baru harus diantisipasi sejak dini karena proses pengangkatan memerlukan tahapan seleksi, masa calon pegawai, orientasi, hingga penempatan.
Selain itu, pemerintah juga menghadapi berkurangnya jumlah ASN akibat sanksi disiplin. Pada 2025 tercatat sebanyak 75 ASN diberhentikan, terdiri atas 64 PNS dan 11 PPPK. Sementara hingga pertengahan 2026, sebanyak 53 ASN telah diberhentikan, terdiri atas 49 PNS dan empat PPPK.
"Jadi untuk kebutuhan tahun depan itu tes nya harus sekarang, karena ada masa calon pegawai, ada orientasi, ada persiapan," kata Zudan.
Baca Juga: BKN Bongkar Alasan CPNS 2026 Molor, Ternyata Pemerintah Masih Fokus ke Program Ini
Ia menambahkan sejumlah jabatan strategis masih membutuhkan formasi PNS, terutama jabatan fungsional yang memerlukan pengabdian dalam jangka panjang, seperti guru dan dosen.
"Dan untuk jabatan-jabatan seperti guru dosen itu memang perlu jabatan yang jangka panjang, jadi tidak bersifat kontraktual, karena ini jabatan fungsional yang mempersiapkan generasi jangka panjang," ujarnya.
Meski demikian, rencana pembukaan seleksi CASN 2026 masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Aba Subagja, mengatakan hingga kini belum ada pembahasan mendalam antara Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan, dan BKN mengenai jadwal maupun formasi CPNS 2026.
"Belum ada pembicaraan yang mendalam, masih menunggu perkembangan lebih lanjut," tutur Aba. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS