Oleh: Prof. Abd. Rasyid Masri
Guru Besar Ilmu Sosiologi
ABRAHAM Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat memiliki cara untuk menguji orang-orang di sekitarnya. Dia menguji watak kepribadian asli bawahannya atau sahabatnya dengan cara memberikan jabatan.
Apa hubungan kekuasaan dengan watak manusia? Rupanya beliau berkeyakinan bahwa seseorang yang diberi jabatan, banyak yang berubah jadi rakus, sombong dan tak jujur. Maka sang presiden suatu waktu berpidato di depan para pejabatnya dan rakyat Amerika Serikat.
Abraham Lincoln berkata: “Hampir semua orang bisa dan kuat dalam menghadapi ujian penderitaan, tapi tak banyak orang yang diuji lewat kekuasaan yang berhasil sukses. Dalam arti bisa lolos dari masalah dan bisa tidur nyenyak di akhir masa kepemimpinannya setelah tak berkuasa lagi."
