Misteri Pesugihan Nyi Roro Kembang, Uang Berserakan hingga Ritual Zina Berujung Kematian Suami

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 03 September 2026
0 dilihat
Misteri Pesugihan Nyi Roro Kembang, Uang Berserakan hingga Ritual Zina Berujung Kematian Suami
Tata saat menceritakan pengalaman ritual pesugihan Nyi Roro Kembang dalam tayangan Malam Mencekam. Foto: YouTube@MalamMencekam

" Kisah pesugihan Nyi Roro Kembang kembali mencuat setelah seorang perempuan bernama Tata menceritakan ritual yang diyakininya mendatangkan uang hingga kehidupan pribadinya berubah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kisah pesugihan Nyi Roro Kembang kembali mencuat setelah seorang perempuan bernama Tata menceritakan ritual yang diyakininya mendatangkan uang hingga kehidupan pribadinya berubah.

Berdasarkan tayangan YouTube @Malam Mencekam yang dikutip telisik.id, Kamis (3/9/2026),Tata mengaku menjalani ritual pesugihan di kawasan Gunung Bolo.

Dalam pengakuannya, ritual tersebut dilakukan secara rutin setiap bulan. Tata menyebut ritual berlangsung pada Jumat Pon dan melibatkan ziarah, sesajen, hingga ritual hubungan badan yang menjadi bagian dari perjanjian menurut versinya.

Tata mengaku merahasiakan aktivitas tersebut dari suaminya yang disebut Rama. Setiap bulan, ia meninggalkan Bandung selama dua hingga tiga hari dengan alasan hendak menemui ibunya.

Padahal, menurut pengakuannya, perjalanan tersebut juga digunakan untuk mendatangi Gunung Bolo dan menjalankan rital.

“Setiap bulan, Mang. Setiap bulan ya. Hari apa itu? Jumat Pon,” kata Tata saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan ritual tersebut.

Sebelum menjalani ritual, Tata mengaku biasanya terlebih dahulu berziarah ke makam yang disebut sebagai makam Nyai. Di lokasi itu, ia juga mengaku melihat perempuan lain datang membawa berbagai barang.

“Ternyata banyak cewek-cewek yang kayak naruh bedak, lipstik, parfum, tapi mereka enggak ngelakuin pesugihan, lebih milih pengasihan,” ujar Tata.

Setelah berziarah, Tata mengatakan dirinya dipanggil oleh seseorang yang disebut Mbah Bejo untuk menuju lokasi lain yang berada lebih tinggi dari kawasan makam.

Ia mengaku harus berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai ke tempat ritual. Tata juga menceritakan adanya sesajen yang menurutnya harus dipersiapkan setiap bulan.

Dalam tayangan tersebut, Tata mengaku sesajen yang dilakukan termasuk mengonsumsi ayam yang baru disembelih tanpa dimasak.

“Kayak kita sembelih ayam itu kita makan mentah-mentah di situnya, diminum juga gitu sampai habis,” katanya.

Tata mengatakan ritual tersebut dijalaninya secara rutin selama beberapa bulan. Setelah menjalankan sesajen, ia mengaku uang yang disimpan di sebuah tempat rahasia di rumah terus mengalami penambahan.

“Setiap kali habis ngelakuin sesajen itu, uang yang diberangkas tuh nambah, nambah, nambah. Nambahnya enggak banyak, tapi setiap minggu bertambah,” ungkap Tata.

Menurut pengakuannya, uang tersebut disimpan di dalam tempat rahasia yang berada di bawah lantai rumah. Lokasinya ditutup menggunakan keramik sehingga tidak mudah diketahui orang lain.

Tata mengatakan suaminya, Rama, tidak mengetahui rahasia tersebut. Kepada suaminya, ia mengaku memiliki banyak uang karena pernah bekerja sebagai perantara jual beli tanah, mobil, dan motor.

Ia juga menyebut hasil pekerjaannya sebagai MC dan pekerjaan lainnya menjadi alasan yang diberikan kepada Rama mengenai kondisi keuangannya.

“Rama nanya sempat nanya kamu uang banyak dari mana. Aku bilang aku dulu makelar calo. Jadi kayak ada orang mau jual beli tanah, jual beli mobil, motor. Aku suka nyaloin,” kata Tata.

Menurut Tata, kehidupan rumah tangganya dengan Rama awalnya berjalan normal. Mereka bahkan sering merencanakan perjalanan dan menghabiskan waktu bersama.

Namun, kehidupan Tata berubah ketika suatu hari ia terlambat bangun dan tidak dapat menjalankan ritual yang telah dijadwalkan.

Saat itu, Tata mengaku tubuhnya sangat lelah karena menjalani berbagai pekerjaan. Ia seharusnya berangkat menuju lokasi ritual pada pagi hari, tetapi tertidur hingga siang.

Ketika membuka telepon seluler, Tata melihat sejumlah panggilan dan pesan dari seseorang yang disebut Mas Gilang.

Baca Juga: Legenda Brasil Roberto Carlos Diisukan Jadi Mualaf: Saya Sedang Mempelajari Islam Sedikit-sedikit

Ia kemudian menghubungi kembali orang tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya baru bangun karena kondisi tubuh yang kelelahan.

Menurut Tata, ia kemudian mendapat peringatan untuk bersiap menerima kabar duka pada hari yang sama.

“Ya udah, Nduk. Sabar ya. Siap-siap dapat kabar duka hari ini juga,” kata Tata menirukan ucapan yang diterimanya.

Sore menjelang malam, Tata mengaku benar-benar menerima kabar bahwa Rama mengalami kecelakaan dan telah berada di unit gawat darurat rumah sakit.

Tata mengatakan Rama mengalami kecelakaan setelah kendaraan yang digunakannya bertabrakan dengan truk tronton dari arah berlawanan.

Kondisi kendaraan disebut mengalami kerusakan berat. Tata mengatakan Rama menjadi korban dalam kecelakaan tersebut dan akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa itu membuat Tata mengalami kesedihan mendalam. Usia pernikahan mereka ketika itu, menurut Tata, belum mencapai satu tahun.

Ia kemudian mengaitkan kematian Rama dengan ritual yang gagal dijalankannya. “Dalam hati aku kayak maaf ya gara-gara aku. Maaf gara-gara aku kita pisah. Pisah benar-benar pisahnya beda alam,” ujar Tata.

Tata mengaku kembali menghubungi Mas Gilang setelah menerima kabar kecelakaan tersebut. Dalam percakapan itu, ia disebut kembali diingatkan mengenai risiko jika ritual sesajen terlewat.

“Setiap kali kamu lupa buat ngelakuin ritual sesajen, ada nyawa yang harus diambil,” kata Tata menirukan penjelasan yang diterimanya.

Sekitar satu minggu setelah Rama meninggal, Tata mengaku kembali mendatangi Gunung Bolo untuk menjalankan ritual yang disebut berkaitan dengan perjanjian awal.

Ia mengatakan ritual tersebut dilakukan kembali pada Jumat Pon. Tata juga mengaku menjalankan ritual hubungan badan dengan seseorang yang disebut memiliki perjanjian serupa.

Menurut pengakuannya, selama berada di lokasi ia mendengar suara gamelan, desisan seperti ular, melihat kabut, hingga siluet di sekitar tempat ritual.

Setelah kembali ke Bandung, Tata mengaku berusaha melanjutkan kehidupan. Namun, kehilangan Rama membuat dirinya masih sulit bangkit.

Ia kemudian kembali menjalani kehidupan malam dan pulang pada waktu pagi. Meski demikian, pekerjaan sebagai MC dan berbagai aktivitas lainnya tetap berjalan.

Tata mengatakan uang yang diyakini berasal dari ritual tersebut tetap bertambah. Namun, ia mengaku tidak lagi merasakan kebahagiaan seperti sebelum Rama meninggal.

“Uang memang bertambah, Mang. Pasti bertambah. Tapi kosong,” katanya.

Sebelum Rama meninggal, Tata mengaku memiliki sejumlah aset, seperti rumah, mobil, motor, dan kendaraan lainnya.

Ia mengatakan sebagian kebutuhan hiburan dan pengeluaran digunakan dari uang yang diyakini berasal dari pesugihan. Sementara penghasilan dari pekerjaan Tata dan Rama disebut disimpan untuk kebutuhan lain.

Beberapa bulan setelah kehilangan Rama, Tata mengaku kembali didekati seorang pria yang dalam tayangan disebut Yuda.

Tata menjelaskan nama-nama dalam cerita tersebut telah disamarkan. Hubungan dengan Yuda kemudian berjalan selama sekitar enam bulan.

Meski mulai menjalani hubungan baru, Tata mengaku belum sepenuhnya melupakan Rama. Namun, ia akhirnya memutuskan menikah dengan Yuda dan mencoba membuka kehidupan baru.

Selang tiga bulan setelah pernikahan, Tata mengaku mengetahui dirinya hamil. Ia kemudian mulai mengurangi pekerjaan sebagai MC dan SPG.

Tata mengatakan Yuda tidak mengetahui bahwa dirinya masih menjalankan ritual pesugihan. Berbeda dengan hubungannya bersama Rama, ia juga mengaku tidak sepenuhnya terbuka mengenai kondisi keuangannya.

Setelah melahirkan seorang anak perempuan, Tata mengaku kembali memiliki semangat untuk bekerja. Pekerjaan yang diterimanya bahkan semakin banyak.

“Setelah punya anak, aku mulai agak lupa nih sama sakit hatinya aku kehilangan Rama. Job malah makin banyak,” ujar Tata.

Namun, ketika anak pertamanya berusia hampir dua tahun, Tata mengaku kembali hamil dan mengalami keguguran pada usia kandungan lima bulan.

Ia menegaskan peristiwa tersebut tidak dikaitkannya dengan kelalaian menjalankan ritual. Tata menyebut kondisi fisiknya menurun akibat terlalu banyak bekerja dan beraktivitas.

“Bukan karena aku lupa ngasih sesajen, tapi karena memang kondisi badan akunya yang drop banget, Mang. Drop banget, kecapekan, terlalu banyak aktivitas,” kata Tata.

Ia mengatakan awalnya mengalami pendarahan dan langsung meminta bantuan kepada Yuda. Keduanya kemudian pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Mistik: Viral Pria Hilang 3 Hari Masuk Kampung Aneh Penuh Jenazah dan Bertemu Sosok Misterius

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan kuretase. Tata mengaku masih merasa terpukul setelah kehilangan calon anak keduanya.

“Aduh, maaf ya, Nak. Maaf karena mamanya kecapekan, banyak kerjaan, enggak jaga kondisi. Jadi kamunya pergi ninggalin mama,” ujar Tata.

Tata mengatakan jenazah calon anaknya kemudian dibawa Yuda untuk dimakamkan. Setelah peristiwa itu, ia mengaku berusaha perlahan menerima kenyataan dan melanjutkan kehidupannya.

Cerita Tata mengenai pesugihan Nyi Roro Kembang tersebut disampaikan sebagai pengakuan pribadi dalam tayangan YouTube @Malam Mencekam.

Klaim mengenai uang yang bertambah, keberadaan makhluk gaib, tumbal, serta hubungan antara ritual dan kematian merupakan bagian dari cerita yang disampaikan narasumber dalam tayangan tersebut.

Kisah tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah berdasarkan informasi yang tersedia dalam pengakuan tersebut. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Baca Juga