UHC Kendari Capai 99 Persen, Keaktifan Peserta JKN Masih 81 Persen jadi Perhatian BPJS Kesehatan
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 03 September 2026
0 dilihat
Cakupan UHC Kendari mencapai 99 persen, tetapi keaktifan peserta JKN sekitar 81 persen masih menjadi perhatian BPJS Kesehatan. Foto: Ist.
" Cakupan UHC Kota Kendari mencapai 99 persen, tetapi keaktifan peserta JKN sekitar 81 persen masih menjadi perhatian BPJS Kesehatan "

KENDARI, TELISIK.ID - Cakupan UHC Kota Kendari mencapai 99 persen, tetapi keaktifan peserta JKN sekitar 81 persen masih menjadi perhatian BPJS Kesehatan.
Keberlanjutan Universal Health Coverage atau UHC, peningkatan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, serta mutu pelayanan kesehatan menjadi fokus pengawasan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di Kota Kendari.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Murti Utami, melakukan Kunjungan Pengawasan Lapangan atau KPL di Kota Kendari pada Jumat 5 September. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Pengawas untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai implementasi Program JKN di daerah.
Pengawasan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kepesertaan, optimalisasi penerimaan iuran, mutu pelayanan pada fasilitas kesehatan mitra, hingga efektivitas pengelolaan klaim JKN.
Murti Utami menjelaskan, KPL menjadi salah satu instrumen Dewan Pengawas untuk menghimpun data dan informasi secara langsung dari daerah. Hasil kunjungan kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan Program JKN.
Data dan informasi tersebut juga menjadi bahan bagi Dewan Pengawas dalam memberikan saran, nasihat, serta pertimbangan kepada Direksi BPJS Kesehatan.
“Melalui KPL ini, kami ingin memperoleh gambaran secara langsung mengenai implementasi Program JKN di daerah, mulai dari kepesertaan, penerimaan iuran, mutu layanan kesehatan, hingga pengelolaan klaim. Hasilnya akan menjadi bahan bagi Dewan Pengawas dalam memberikan saran, nasihat, dan pertimbangan kepada Direksi guna memperkuat penyelenggaraan Program JKN,” ungkap Murti, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Murti Utami juga melakukan audiensi dengan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Pertemuan itu didampingi jajaran BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX dan BPJS Kesehatan Cabang Kendari.
Baca Juga: Tak Perlu Lagi Berjenjang, Sistem Rujukan JKN Baru Bisa Pangkas Biaya BPJS Kesehatan hingga 50 Persen
Audiensi tersebut membahas perkembangan penyelenggaraan Program JKN di Kota Kendari. Salah satu perhatian utama ialah upaya mempertahankan status UHC Prioritas sekaligus meningkatkan keaktifan peserta JKN.
Siska Karina Imran mengatakan, sektor kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kendari. Pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui penguatan layanan di RSUD Kota Kendari. Penguatan tersebut diarahkan agar fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan layanan yang lebih cepat, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen menjaga cakupan UHC sekaligus meningkatkan keaktifan peserta JKN. Kami terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan profesional,” ungkap Siska.
Berdasarkan kondisi saat ini, cakupan UHC di Kota Kendari telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, tingkat keaktifan peserta JKN masih berada di kisaran 81 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Tingginya cakupan kepesertaan perlu diikuti dengan keaktifan peserta agar perlindungan melalui Program JKN dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, upaya mempertahankan UHC tidak hanya berkaitan dengan jumlah masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta JKN. Keaktifan peserta juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Kendari bersama BPJS Kesehatan perlu menjaga koordinasi agar cakupan kepesertaan yang telah mencapai sekitar 99 persen dapat dipertahankan. Pada saat yang sama, tingkat keaktifan peserta yang masih berada di kisaran 81 persen perlu terus ditingkatkan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN hingga Daerah 3T, VIOLA dan BPJS Keliling jadi Andalan
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, peserta JKN, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Murti Utami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan.
“Senang mendengar komitmen Ibu Wali Kota Kendari untuk memaksimalkan layanan BPJS Kesehatan di Kendari. Kolaborasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat terus memperoleh perlindungan jaminan kesehatan yang optimal,” tutup Murti. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani