Logo Telisik.id

Ketua Banggar DPR: Subsidi LPG Mesti Tepat Sasaran

275 dibaca Ketua Banggar DPR: Subsidi LPG Mesti Tepat Sasaran

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. Foto: Ist.

" Kita harus pikirkan 10-20 tahun yang akan datang. Jangan bikin kartu-kartu lagi. Semua kartu, nanti rombak lagi, enggak kelar-kelar kita. LPG itu kita minta langsung kepada sasaran penerima. Kalau biometrik paling enak, tinggal nongol mukanya, muncul LPG. Cari yang termudah bagi rakyat."

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah menginginkan subsidi LPG tepat sasaran, agar masyarakat mendapatkan kemudahan akses subsidi.

Said mengusulkan, biometrik digunakan sebagai acuan penyaluran subsidi.

“Tidak ada pengurangan subsidi. Yang ada adalah keinginan kita mempertajam subsidi supaya tepat sasaran dan mempermudah masyarakat mendapat subsidi itu, bahkan kalau perlu sidik jari, bahkan biometrik sekalian,” kata Said di gedung DPR, Rabu (7/4/2021).

Diketahui, Banggar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan agenda “Formulasi Subsidi dan Kompensasi yang Tepat Sasaran bagi Masyarakat Miskin dan Rentan Miskin”.

“Kita harus pikirkan 10-20 tahun yang akan datang. Jangan bikin kartu-kartu lagi. Semua kartu, nanti rombak lagi, enggak kelar-kelar kita. LPG itu kita minta langsung kepada sasaran penerima. Kalau biometrik paling enak, tinggal nongol mukanya, muncul LPG. Cari yang termudah bagi rakyat,” tegasnya.

Baca juga: Jokowi Ajak Keluarga Besar LDII Toleransi dalam Kehidupan Beragama

Ketua DPP PDI Perjuangan ini juga meminta LPG tidak diberikan kepada korporasi. Said menyatakan, LPG perlu langsung by target, disesuaikan dengan DTKS.

“Tidak bisa lagi LPG ini kepada korporasi. Saya ingin konsistensi pemerintah. Kita bahas bersama. Kita harus konsisten,” tuturnya.

Said juga menyoroti subsidi listrik yang tidak dinikmati oleh seluruh masyarakat miskin. Sebab, di balik penerima subsidi terdapat kompensasi PLN.

“Seharusnya kompensasi hanya untuk penerima subsidi saja. Kalau kami-kami yang memperjuangkan rakyat miskin, tetapi kami juga ikut nimbrung jadi orang miskin, cilaka tiga kali. Kami tidak layak menerima ini,” katanya.

Said akan memastikan, target ke depan penerima subsidi akan meningkat, karena selama ini jumlah persentase penerima subsidi masih sangat rendah.

“Subsidinya ke depan harus fix. Tidak fair lah Pak, kalau kita bicara subsidi untuk orang miskin, tapi tidak proper, karena hanya 26% yang menerima. Ditambah tentu rumah-rumah ibadah, tidak bisa diutak atik,” tandasnya. (B)

Reporter: Sugiharta Yunanto

Editor: Haerani Hambali

Post Tags:

Copyright © 2019 telisik.id . All rights reserved.

Main Menu

Beranda

Rubrik

News
Metro
Kasus
Peristiwa
Sosok
Cerita
Sehat
Foto
Video