adplus-dvertising

Kisah Pilu Nenek Pedagang Beras yang Sepi Pembeli

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Kamis, 22 Oktober 2020
1935 dilihat
Kisah Pilu Nenek Pedagang Beras yang Sepi Pembeli
Nenek Ika saat menjual beras. Foto: Ahmad Sadar/Telisik

" Iya Nak, biasa ini kasian begini tiap hari, sepi sekali pembeli. "

KENDARI, TELISIK.ID - Dengan mata yang berkaca-kaca, Nenek Ika menceritakan kisahnya. seharian ia duduk menjagai dagangannya, namun apalah daya tak ada satupun pembeli yang mendekati beras yang dijualnya.

Nenek 70 tahun itu mengaku, sepinya pembeli sudah menjadi hal biasa ia rasakan setiap harinya.

"Iya Nak, biasa ini kasian begini tiap hari, sepi sekali pembeli," ujar Nenek Ika yang saat itu sedang menjagai jualannya, Kamis (22/10/2020)


Nenek yang berjualan di Pasar Sentral Wua-wua Kota Kendari ini mengaku, sedih dengan keadaannya. Pasalnya beberapa pedagang di pasar itu banyak berpindah memilih berjualan di depan kawasan gedung pasar itu.

"Kita maunya seharusnya yang di depan itu datang menjual di dalam sini, karena pembeli banyak belanja di depan itu, akhirnya di sini kurang pembeli kasian," tuturnya.

Nenek Ika yang bertempat tinggal tak jauh dari pasar tersebut mengaku, menjual mulai pagi hingga sore hari, kemudian tambahnya, harga yang dipatok terhadap beras dagangannya Rp 15 perkilonya.

Baca juga: Cerita Kakek Penjual Jambu Mete di Trotoar Jalan Kampus UHO

"Iya. Terkadang menjual sampai malam juga, tapi sunyi sekali pembeli terkadang satu hari yang laku cuman Rp 15 ribu perkilonya," ucapnya.

Tak hanya sampai di situ, Nenek itu juga mengungkapkan, terkadang lima hari beruntun tak laku sama sekali.

Oleh sebabnya, Nenek Ika yang saat itu sangat minim akan pembeli berharap agar Pemerintah Kota Kendari secepatnya mengatasi masalah ini.

"Harapan saya bagaimana kasian pemerintah ini bisa melihat kami pedagang disini, karena sudah lama kita sangat kurang pembeli disini," harapnya.

Meski terlihat renta, Nenek pedagang beras ini terlihat cekatan, sebab dua puluh tahun ia bergelut sebagai pedagang.

"Iya Nak, dari dulu saya berdagang mulai dari dagang sayur-sayuran sampai dagang beras sekarang ini, tapi mau di apa sekarang ini sepi sekali pembeli pemasukan juga sedikit," ungkapnya. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Kardin

TAG:
Baca Juga