Kisah Sukses KWT Matahari: Dari Modal Rp 200 Ribu hingga Tembus Pasar Belgia Bersama Bank Bahteramas Kendari

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 10 April 2026
0 dilihat
Kisah Sukses KWT Matahari: Dari Modal Rp 200 Ribu hingga Tembus Pasar Belgia Bersama Bank Bahteramas Kendari
Ketua KWT Matahari, Heru Istawati. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Kegigihan kelompok ibu rumah tangga di lingkungan Tunggala, Kota Kendari, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari, sukses mengubah pekarangan rumah menjadi industri pengolahan bawang goreng bernilai ekspor "

KENDARI, TELISIK.ID - Kegigihan kelompok ibu rumah tangga di lingkungan Tunggala, Kota Kendari, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari, sukses mengubah pekarangan rumah menjadi industri pengolahan bawang goreng bernilai ekspor.

Berawal dari modal awal hanya sebesar Rp 200 ribu pada tahun 2016, kini usaha yang dikenal dengan merek "Bawang Goreng Tunggala" tersebut telah mampu memproduksi hingga 600 kilogram bawang goreng setiap bulannya.

Ketua KWT Matahari, Heru Istawati menceritakan, perjalanan usaha ini sempat mengalami pasang surut. Namun, inovasi produk dan dukungan permodalan dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Kendari menjadi titik balik kemajuan usaha mereka.

"Dulu kami hanya modal 5 kilogram bawang dan 2 liter minyak. Sekarang, berkat suntikan modal kerja Rp 230 juta dari Bank Bahteramas, kami bisa melengkapi peralatan dan meningkatkan kapasitas produksi," ujar Heru saat diwawancarai, Rabu (8/4/2026).

Istawati mengakui, awalnya ia sempat ragu karena mengira Bank Bahteramas hanya melayani pegawai negeri. Namun, kenyataannya pihak bank justru sangat proaktif memberikan solusi bagi pelaku UMKM yang kesulitan administrasi.

Baca Juga: UHO Dorong Dosen Muda Naik Kelas jadi Profesional Lewat PEKERTI 2026

"Prosesnya sangat cepat, hanya seminggu dana sudah cair. Pendampingan dari petugas bank juga luar biasa. Hasilnya nyata, omzet kami naik drastis. Bahkan di bulan Ramadan kemarin, laba keripik bawang saja bisa mencapai Rp 12 juta," tambahnya.

Saat ini, KWT Matahari telah memberdayakan 11 ibu rumah tangga sekitar. Distribusi produk mereka pun sudah merambah ke luar daerah seperti Kolaka dan Unaaha, bahkan hingga pengiriman jasa titip (jastip) ke Belgia, Eropa.

Terpisah, Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pelaku usaha lokal agar naik kelas melalui kemudahan akses permodalan.

"Kami hadir untuk memberikan solusi nyata bagi UMKM seperti KWT Matahari. Tidak hanya memberikan pinjaman, kami memastikan prosesnya cepat dan tepat sasaran agar pelaku usaha lokal bisa lebih berinovasi dan kompetitif," jelas Suryaningsih.

Suryaningsih juga menekankan bahwa sebagai bank milik daerah, keuntungan yang dikelola akan kembali untuk pembangunan daerah. Ia mengajak para pelaku usaha lain untuk tidak ragu bermitra dengan Bank Bahteramas.

Bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha namun terkendala modal, BPR Bahteramas Kendari membuka pintu lebar untuk pengajuan Kredit Modal Kerja. Dengan persyaratan yang mudah seperti NIB dan bukti usaha, bank milik pemerintah daerah ini siap menjadi mitra strategis pertumbuhan bisnis warga.

Baca Juga: Menuju Sanitary Landfill, Pemkot Kendari Perketat Pengolahan Limbah TPA Puuwatu

"Untuk teman-teman UMKM yang masih ragu, tidak perlu khawatir. Modal adalah kunci untuk meningkatkan skala usaha. Mari manfaatkan fasilitas di Bank Bahteramas, pelayanannya bagus, prosesnya lancar, dan kita bisa tumbuh bersama untuk memajukan ekonomi daerah," tutup Heru Istawati mengajak rekan sejawatnya.

Kini, dengan izin BPOM yang telah dikantongi, KWT Matahari menargetkan produksi hingga 1 ton saat hari raya dan berencana memperluas jangkauan ekspor secara formal ke pasar internasional.

"Modal adalah kunci meningkatkan skala usaha. Bersama bank daerah, kita bisa tumbuh bersama," pungkas Heru Istawati optimis. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga