Kloter Pertama Jemaah Haji RI 2026 Diberangkatkan Pertengahan April, Berikut Jadwal Resmi Pemerintah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 29 Maret 2026
0 dilihat
Pemerintah menetapkan pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dimulai 22 April 2026. Foto: Repro Antara
" Pemerintah memastikan jadwal pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dimulai pertengahan April dengan kesiapan layanan yang hampir rampung "


JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah memastikan jadwal pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dimulai pertengahan April dengan kesiapan layanan yang hampir rampung.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menetapkan awal pemberangkatan kloter pertama jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 pada 22 April 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, dalam kegiatan manasik haji di Kota Blitar, Jawa Timur.
Dalam keterangannya, ia menyebut jadwal tersebut telah disusun berdasarkan kesiapan teknis yang mencakup berbagai aspek utama penyelenggaraan ibadah haji.
Baca Juga: 2 Tanker Pertamina Tak Bisa Tembus Selat Hormuz, Bahlil Akui Bukan Perkara Sederhana
“Pemberangkatan kloter pertama jemaahhajiIndonesia direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026,” ujar Gus Irfan dalam siaran pers, seperti dikutip dari Kompas, Minggu (29/3/2026).
Pemerintah juga menegaskan bahwa hampir seluruh persiapan telah mencapai tahap akhir. Berbagai komponen layanan seperti transportasi, konsumsi, hingga akomodasi telah disiapkan untuk menunjang kelancaran ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan,” ucapnya.
Selain itu, kerja sama dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi terus diperkuat. Kementerian telah menggandeng sejumlah syarikah guna menjamin kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia, mulai dari kedatangan hingga pelaksanaan rangkaian ibadah.
Salah satu aspek yang juga menjadi perhatian adalah distribusi kartu Nusuk kepada jemaah. Kartu ini akan diterima saat proses embarkasi dan menjadi bagian penting dalam sistem layanan haji di Arab Saudi.
“Distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi,” tutur Gus Irfan.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut mengingatkan pentingnya pelaksanaan manasik haji sebagai bekal utama bagi jemaah. Manasik dinilai menjadi sarana pembekalan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilakukan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan syariat.
Menurutnya, tidak semua orang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, jemaah diminta memanfaatkan proses pembekalan dengan baik.
Baca Juga: Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Resmi Dihapus Pemerintah, Segini Wajib Dibayar
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Pemerintah juga menekankan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini mengacu pada regulasi terbaru yang mengatur pembinaan, pelayanan, serta perlindungan jemaah. Hal tersebut menjadi landasan dalam memastikan kualitas layanan yang lebih terintegrasi dari tahap persiapan hingga kepulangan ke Indonesia.
Lebih lanjut, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji. “Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air,” imbuhnya.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan dan kesiapan yang hampir menyeluruh, pemerintah menargetkan proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga terus dilakukan untuk menjaga kualitas layanan tetap optimal bagi seluruh jemaah Indonesia. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS