Koperasi Desa Merah Putih Diberi Akses Kelola Pabrik CPO hingga PLTS Mulai Agustus 2026

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 13 Juli 2026
0 dilihat
Koperasi Desa Merah Putih Diberi Akses Kelola Pabrik CPO hingga PLTS Mulai Agustus 2026
Koperasi Desa Merah Putih mulai mengelola pabrik CPO dan PLTS sebagai penggerak ekonomi desa mulai Agustus 2026. Foto: Repro Jawapos

" Pemerintah memperluas peran Koperasi Desa Merah Putih dengan membuka akses pengelolaan pabrik CPO dan PLTS "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah memperluas peran Koperasi Desa Merah Putih dengan membuka akses pengelolaan pabrik CPO dan PLTS yang dijadwalkan mulai diresmikan pada Agustus 2026.

Pemerintah terus memperluas peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi tidak lagi hanya diarahkan menjalankan usaha di sektor konvensional, tetapi juga mulai diberi akses mengelola sektor-sektor strategis, seperti industri minyak sawit, energi terbarukan, hingga pertambangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan peresmian dua proyek yang akan menjadi tonggak pengembangan koperasi di sektor industri dan energi. Kedua proyek itu dijadwalkan diresmikan pada Agustus 2026.

Menurut Ferry, proyek pertama adalah pabrik minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang dikelola Koperasi Unit Desa Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Bulan Agustus, kami akan meresmikan pabrik CPO di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, itu Koperasi Unit Desa Sejahtera," ujar Ferry saat Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, seperti dikutip dari Liputan6, Senin (13/7/2026).

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan peresmian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang akan dikelola koperasi di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau.

"Kemudian, bulan Agustus juga kami dengan izin dan perkenaan Bapak (Presiden Prabowo Subianto), ingin meresmikan PLTS skala 1/2 sampai 1 Mega Watt di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau," katanya.

Baca Juga: Dana Desa 2026 Bisa Cair Melalui Koperasi Desa Merah Putih, Begini Skema dan Alur Penyalurannya

Ferry menjelaskan, perluasan bidang usaha tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada koperasi dalam mengelola usaha produktif. Menurutnya, koperasi kini juga memperoleh kesempatan memasuki sektor pertambangan.

"Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang, mineral," ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di desa.

"InsyaAllah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa, dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa," katanya.

Penguatan koperasi, lanjut Ferry, menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke tingkat desa. Karena itu, pemerintah juga menyiapkan pembaruan regulasi agar gerakan koperasi memiliki landasan hukum yang lebih sesuai dengan perkembangan saat ini.

Ferry mengatakan, penyusunan Undang-Undang Perkoperasian yang baru sedang dilakukan karena regulasi yang berlaku saat ini masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.

"Di tahun ini akan lahir Undang-Undang Perkoperasian yang baru, karena Undang-Undang yang sekarang ini, yang kami gunakan adalah UU Nomor 25 Tahun 1992," ujarnya.

"Sehingga, dengan UU yang baru diharapkan menjadi payung hukum bagi gerakan koperasi di Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Pensiunan BUMN Otomatis Ditarik jadi Pimpinan Koperasi Desa, Begini Mekanismenya

Ia berharap kehadiran regulasi baru dapat memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pengembangan usaha di berbagai sektor strategis.

Pada kesempatan tersebut, Ferry juga menegaskan komitmen pemerintah bersama Dewan Koperasi Indonesia untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.

"Bersama dengan gerakan kooperasi dan Dewan Kooperasi Indonesia, kami akan menjadi garda terdepan untuk mengimplementasikan dan meneruskan cita-cita besar para tokoh kooperasi," katanya.

"Khususnya mengimplementasikan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, agar koperasi bisa kembali menjadi Soko Guru perekonomian nasional," tutup Ferry. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga