Mahasiswa Indonesia Jadi Korban Tabrak Lari di China, Pelaku Beri Santunan Rp 1,8 Miliar

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Minggu, 24 Januari 2021
0 dilihat
Mahasiswa Indonesia Jadi Korban Tabrak Lari di China, Pelaku Beri Santunan Rp 1,8 Miliar
Permakaman Islam di Xianyang, Provinsi Shaanxi, China yang menjadi tempat jenazah Muhammad Rendra Sampurna Wijayadi (21) dimakamkan. Foto: Ist.

" Santunan ditransfer langsung ke rekening orang tua korban di Paiton tanpa ada potongan apa pun. "

BEIJING, TELISIK.ID - Seorang mahasiswa asal Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Muhammad Rendra Sampurna Wijayadi (21), meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, China.

Melansir iNews.id, pelaku tabrak lari memberikan santunan kepada keluarga korban senilai 132.928 dolar AS atau sekitar Rp 1,86 miliar.

Diketahui, Rendra meninggal dunia di rumah sakit Kota Xianyang pada 5 Januri 2021 setelah ditabrak kendaraan roda empat yang melaju tak terkendali pada 30 Desember 2020 dini hari.

Sementara rekan korban yang sama-sama dari Paiton dan sekampus di Xianyang, Faiq Iqbal Ainun, mengalami luka ringan dalam kecelakaan yang terjadi di sekitar lingkungan kampus mereka itu.

Pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada 1 Januari 2021 lalu.

Informasi mengenai pemberian santunan ini disampaikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing Yaya Sutarto, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Bagi-bagi Nasi Kotak hingga Menimbulkan Kerumunan, Netizen Minta Jokowi Senasib Habib Rizieq

"Santunan ditransfer langsung ke rekening orang tua korban di Paiton tanpa ada potongan apa pun," kata Yaya Sutarya.

Yaya mengatakan, selain santunan dari pelaku, keluarga korban masih akan mendapatkan asuransi jiwa yang nilainya sekitar Rp 200 juta. Kemudian, biaya pengembalian SPP dari pihak Shaanxi Polytechnic Institute, Xianyang, tempat korban, Muhammad Rendra Sampurna Wijayadi menempuh pendidikan S1 Teknik Elektronik.

"Kalau asuransi sudah cair, Bapak akan kami kontak lagi untuk pengirimannya," kata Yaya saat menelepon Hatim, ayah korban, yang tinggal di Paiton.

Atdikbud dan staf Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing sebelumnya telah menemui keluarga pelaku, pihak kepolisian, pihak kampus, dan mahasiswa Indonesia lainnya di kota itu. Atas nama keluarga korban, Yaya sudah menerima permintaan maaf dari orang tua pelaku.

"Kami telah bertemu para pihak tersebut di kepolisian Xianyang. Permintaan maaf sudah kami terima, namun kami tetap menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sudah berjalan," ujarnya mendampingi Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing, Victor Harjono.

Selain bertemu dengan para pihak, Yaya juga mendatangi pengurus masjid di Xianyang yang telah memberikan lahan untuk pemakaman Rendra pada 7 Januari lalu. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga