Menanti Kejelasan Sikap Pengembang BTN Penyebab Lumpur Rendam Pemukiman Warga
Riksan Jaya, telisik indonesia
Sabtu, 16 Maret 2024
0 dilihat
Rumah warga yang dimasuki lumpur (kiri) dan terlihat debu yang mengepul di jalan raya (kanan) akibat sedimen yang meluruh dari kawasan pembangunan BTN. Foto: Riksan Jaya/Telisik
" Warga mengeluh sebab sampai saat ini belum dilakukan pembersihan, utamanya area jalan raya, seperti yang pernah dijanjikan oleh pihak pengembang BTN Al-Fath "

KENDARI, TELISIK.ID - Sedimen tanah dari kawasan BTN Al-Fath yang terbawa air ke pemukiman warga RW 14, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pembersihan dan ganti rugi kepada masyarakat terdampak.
Amiruddin Alle (39) pemilik toko sembako dan makanan beku di seberang jalan BTN Al-Fath, mengeluh sebab sampai saat ini belum dilakukan pembersihan, utamanya area jalan raya, seperti yang pernah dijanjikan oleh pihak pengembang BTN Al-Fath.
“Belum dibersihkan. Malahan tambah parah debu. Ndak (diturunkan alat berat untuk mengeruk, seperti yang dijanjikan). Masyarakat kasihan, mereka bilang ndak didengarkanmi suaranya,” keluhnya, Kamis (14/3/2024).
Muhammad Rusdi Rudi, Lurah Watulondo menegaskan, akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari, apabila tidak ada penanganan serius dari pihak BTN.
Rusdi bahkan menyebutkan, sedimen yang ikut terbawa air dan menumpuk di jalan raya, sudah mencapai ketebalan lebih dari 20 centimeter.
Baca Juga: Posko Banjir Siapkan Hampir Seribu Porsi Buka Puasa dan Sahur
“Sembari di atas diatur tanggulnya, di bawah (jalan raya) pun diselesaikan, karena ini sedimen sudah mengeras tidak bisa disiram dan itu ketinggiannya sudah capai 20 centi, bahkan lebih,” tambahnya.
Rusdi sempat kesal, sebab pihak BTN terkesan tidak serius menanggapi keluhan warga. Pihaknya bersama camat sudah melakukan komunikasi dengan pengembang.
“Mereka hanya sampaikan ada pimpinannya. Sementara pimpinannya tidak pernah muncul saya tidak tau yang mana orangnya. Tapi kan kita bicara solusi. Pimpinan harus hadir supaya bisa dengarkan keluhan masyarakat di bawah," tambahnya.
Atas kegusaran warga, Eca selaku Direktur Operasional PT Mahakarnya pengembang BTN Al-Fath, mengaku akan segera melakukan pembersihan.
Namun informasi terbaru dari lurah, hingga pukul 08:00 Wita, Jumat (15/3/2024), belum juga dilakukan pembersihan.
Sebelumnya diberitakan Telisik.id, warga meminta agar Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pembangunan BTN Al-Fath diperiksa kembali sebab ada perbedaan antara rencana dan realisasi pembangunan.
“Amdalnya coba dicek ulang. Diperjanjiannya mereka akan talud dan segala macam. Tapi realisasinya mereka membangun (perumahan) dulu. Harusnya kan penahan dulu baru intinya,” sebutnya, Sabtu (9/3/2024).
Baca Juga: RS Santa Anna Kendari Beroperasi Kembali Usai Kebanjiran, Buka Hanya Empat Poli
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Kendari, Haris Sarihi mengatakan, pihaknya telah memberikan arahan kepada developer untuk bertanggung jawab mengatasi pekerjaan yang mengakibatkan dampak banjir dan lumpur bagi masyarakat.
“Beberapa tempat yang berpotensi menyebabkan sedimen ke warga sekitar yang terdampak, mereka atasi dan dipantau terus oleh pihak kelurahan, dan intinya pihak developer masih bertanggung jawab untuk mengerjakan apa yang warga sarankan,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).
Haris menambahkan, dirinya bersama Kepala Bidang Pengawasan DLH Kota Kendari, akan turun Sabtu (16/3/2024) hari ini untuk mengecek langsung proses pemulihan dampak banjir oleh pihak BTN. (A)
Penulis: Riksan Jaya
Editor: Haerani Hambali
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS