adplus-dvertising

Menteri Nadiem Libatkan Siswa SMK dalam Perakitan Laptop

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Kamis, 22 Juli 2021
2464 dilihat
Menteri Nadiem Libatkan Siswa SMK dalam Perakitan Laptop
Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makarim. Foto: Ist.

" Pemerintah berupaya untuk mengembangkan produksi Teknologi Informasi dan Komunikasi, terutama pengadaan barang untuk pendidikan sebagai bagian dalam mewujudkan inovasi produk dalam negeri. "

JAKARTA, TELISIK.ID – Pemerintah berupaya untuk mengembangkan produksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terutama pengadaan barang untuk pendidikan sebagai bagian dalam mewujudkan inovasi produk dalam negeri.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 Triliun untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, yang akan digunakan untuk pembelian 240.000 laptop.

“Anggaran itu akan dibelanjakan untuk laptop produk dalam negeri (PDN) dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri. Tentunya, kami akan terus melakukan pembelajaran PDN pada tahun berikutnya,” ujar Nadiem dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/7/2021).


Kemendikbudristek juga akan menggunakan produk TIK dalam negeri untuk program digitalisasi sekolah, yang melibatkan sekitar 12.000 sekolah dengan sebanyak 190.000 laptop PDN.

“Program digitalisasi di sekolah ini dimulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA. Nantinya, kita akan mengirimkan sebanyak 190.000 laptop pada 12.000 sekolah dengan anggaran Rp 1,3 triliun," ujarnya.

Baca juga: Rektor UI Mundur Trending Twitter: Perjuangan Netizen Tidak Sia-Sia

Baca juga: Jadi Komisaris Bank BUMN, Gaji Ari Kuncoro Capai Rp 416 Juta hingga Sempat Dapat Bonus Rp 10 Miliar

Begitu juga dalam proses perakitan, Nadiem menyebut sebanyak 400 SMK dan Politeknik akan terlibat dalam sistem produksi laptop.

“Siswa SMK dilibatkan dalam praktik perakitan dan juga tenaga layanan purna jualnya untuk produk TIK PDN. Jadi semuanya lengkap, dengan menghadirkan ekosistem dalam menciptakan suatu produk," kata Nadiem.

Menurutnya, pada masa pandemi sangat diperlukan inovasi di berbagai SMK dan perguruan tinggi.

Terkait program pendidikan vokasi, Kemendikbudristek meluncurkan SMK Pusat Keunggulan dan Kampus Merdeka.

Nadiem menambahkan, pihaknya mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dalam menghasilkan suatu produk inovasi.

"Harapan kami, ini menjadi program pertama dengan skala begitu besar yang dapat memenuhi kebutuhan Kemendikbudristek maupun sistem pendidikan, yang proses produksi layanan purna jualnya melibatkan SMK dan perguruan tinggi," harapannya. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga