adplus-dvertising

Minim Penghasilan, Petani Rumput Laut Ini Tetap Berjuang Sekolahkan Keempat Anaknya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Jumat, 18 Desember 2020
803 dilihat
Minim Penghasilan, Petani Rumput Laut Ini Tetap Berjuang Sekolahkan Keempat Anaknya
La Taila (40), seorang petani rumput laut di Desa Moko Buteng. Foto: Sadar/Telisik

" Mau di apa. Sekarang tambah turun harganya. "

BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Meski penghasilan tak seberapa dari profesinya sebagai petani rumput laut, namun La Taila tak pernah patah semangat untuk tetap berjuang membiayai sekolah keempat anak tercintanya.

Bersama sang Istri yang selalu menemaninya, pria berusia 40 tahun ini bertempat tinggal di Desa Moko, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.

Selama tiga tahun lamanya, La Taila menjadi petani rumput laut. Kesehariannya pun ia habiskan di pesisir pantai yang terpaut hanya beberapa meter dari rumahnya.


Sementara itu, ia memiliki enam orang anak dan empat di antaranya tengah menempuh pendidikan yang harus ditanggungnya saat ini.

Sedangkan dua anak terakhirnya pun masih memasuki usia balita dan membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit jumlahnya.

Sebagai seorang ayah yang berjuang menyekolahkan anaknya, La Taila tampak cemas dengan keadaanya.

Baca juga: Penjual Siomay Keliling Curhat Susahnya Menjual saat Harga Ikan Mahal

Sebab, ia mengaku harga rumput laut saat ini kian menurun penjualannya. Dari awalnya Rp 17 ribu kini turun hingga Rp 15 ribu per kilonya.

Dengan demikian, pendapatan yang diperolehnya pun tak berjalan lurus terhadap pembiayaan yang di tanggungnya.

"Mau di apa. Sekarang tambah turun harganya," kata La Taila kepada Telisik.id saat ditemui di pesisir pantai tempat ia bekerja, Jumat (18/12/2020).

Terlebih saat ini, lanjut dia, anak pertamanya tengah menempuh pendidikan tinggi di kampus pelayaran Kota sorong, Papua Barat.

Hal ini pun membuatnya semakin terpuruk, dikarenakan pembiayaan yang tak sedikit jumlahnya.

Kendati demikian, La Taila tak pernah menyerah untuk terus berjuang demi masa depan anak-anaknya. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga