adplus-dvertising

Cerita Pilu Pengusaha Fotokopi Biayai Empat Adiknya di Tengah Pandemi

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Rabu, 11 November 2020
2003 dilihat
Cerita Pilu Pengusaha Fotokopi Biayai Empat Adiknya di Tengah Pandemi
Ramlan (baju merah), melayani pelanggannya. Foto: Ist.

" Alhamdulillah walaupun sedikit kan, bisa penuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama adik-adikku disini. Kedua orang tua juga sering saya kirimkan di kampung kalau pemasukan agak lebih. "

KENDARI, TELISIK.ID - Mungkin kesulitan hidup selama masa pandemi COVID-19 dialami hampir semua orang. Namun bagi Ramlan (26), tak ada kata putus asa, apalagi menyerah.

Pasalnya, Ia adalah tulang punggung keluarga, dan harus membiayai empat saudaranya yang masih kuliah. Kenyataan itu memaksanya untuk bekerja lebih keras  setiap harinya.

Usaha fotokopi yang dirintisnya sejak empat tahun lalu, berlokasi di kawasan Kelurahan Kambu, Kota Kendari, sekaligus menjadi tempat tinggalnya bersama empat adiknya.


Kepada Telisik.id Ramlan mengisahkan, usaha fotokopi yang dijalankannya itu menjadi satu-satunya sumber pendapatan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kuliah adik-adiknya.

Baca juga: Semangat Kakek Pemulung yang Tak Ingin Repotkan Anak dan Cucunya

Bahkan tak jarang dia juga harus mengirimkan hasil jerih payahnya untuk kedua orangtuanya di kampung halaman.

"Alhamdulillah walaupun sedikit kan, bisa penuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama adik-adikku disini. Kedua orang tua juga sering saya kirimkan di kampung kalau pemasukan agak lebih," cerita Ramlan kepada Telisik.id, Rabu (11/11/2020).

Selama COVID-19 mewabah, Ramlan harus bekerja ekstra keras karena pemasukan yang sangat minim. Pelanggannya yang umumnya mahasiswa, melakukan aktivitas perkuliahan secara online, sehingga otomatis tak lagi banyak membutuhkan jasa fotokopi.

"Itu mi juga setengah matinya, kurang juga pelanggan sekarang, karena mahasiswa banyak yang pulang kampung, baru mereka juga kan lagi kuliah online karena efek corona juga to," keluh Ramlan.

Baca juga: Cerita Juru parkir yang Berjuang Demi Menyekolahkan Kedua Putrinya

Pria yang kerap disapa Pis Ramlan itu, kini kebingungan. Beban biaya saudara-saudaranya terbilang tak sedikit, sementara penghasilannya makin berkurang.

"Untuk sekarang kasian hanya bisa penuhi kebutuhan makan bersama adik-adikku. Saya juga bingung. Apalagi sekarang biaya kuliahnya mereka tidak sedikit," ungkap Ramlan pilu.

Ramlan hanya bisa berharap agar pemerintah lebih memperhatikan para pemilik usaha kecil sepertinya.

Sebab wabah ini sangat berdampak terhadap pengusaha seperti dirinya. Dimana biaya hidup dan pemasukan kini tak lagi berimbang. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga