Pemadaman Bergilir di Kendari Masih Berlangsung, Pemeliharaan PLN Ditarget Selesai 5 September
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 03 September 2026
0 dilihat
Manager PLN UP3 Kendari, Hery Supriyadi, menjelaskan pemadaman bergilir dikarenakan pemeliharaan PLTU Jeneponto, Kamis (3/9/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" PLN menargetkan kondisi sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel), termasuk Sulawesi Tenggara, kembali normal pada 5 September 2026 setelah pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto, Sulawesi Selatan "

KENDARI, TELISIK.ID - PLN menargetkan kondisi sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel), termasuk Sulawesi Tenggara, kembali normal pada 5 September 2026 setelah pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Selama proses pemeliharaan berlangsung, PLN menerapkan pemadaman listrik bergilir dengan durasi sekitar satu hingga empat jam di sejumlah wilayah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Pemadaman terjadi karena berkurangnya daya mampu pasok pada sistem Sulbagsel. Kondisi itu dipengaruhi pemeliharaan pembangkit, sementara faktor cuaca dan meningkatnya konsumsi listrik masyarakat turut memberikan tekanan terhadap sistem.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN UID Sulselrabar mengerahkan lebih dari 230 petugas teknik yang saat ini bekerja dalam proses pemeliharaan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan pengerahan ratusan teknisi dilakukan agar pekerjaan pemeliharaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan, mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal,” kata Edyansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).
Khusus pemeliharaan PLTU Jeneponto, PLN menargetkan pembangkit tersebut kembali melayani sistem pada 5 September 2026.
PLN juga terus mengoptimalkan pola operasi dari sisi pembangkitan dan sistem kelistrikan guna mempercepat normalisasi pasokan.
Manager PLN UP3 Kendari, Hery Supriyadi, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sultra.
Baca Juga: Polemik Lahan dengan Pemprov Sultra, Alumni Ummusshabri Tampik Kuasai 72 Hektare dan Beber Status Pinjam Pakai
Selain pemeliharaan infrastruktur, kondisi cuaca turut memengaruhi pasokan listrik. Fenomena El Nino menyebabkan penurunan debit air, terutama di Poso, sementara penggunaan pendingin ruangan (AC) yang tinggi pada siang hari meningkatkan beban konsumsi listrik masyarakat.
Untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah dampak yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan beban atau load shedding secara bergilir. Pemadaman dilakukan bertahap sehingga tidak seluruh wilayah mengalami pemadaman secara bersamaan.
PLN juga berkoordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan, termasuk kepolisian serta fasilitas vital seperti rumah sakit. Fasilitas tersebut diprioritaskan agar tidak terdampak pemadaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai wilayah terdampak dan perkembangan penanganan melalui PLN Mobile serta kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN UP3 Kendari dan sejumlah Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerjanya.
Pelanggan yang ingin menyampaikan keluhan dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile atau layanan Contact Center PLN 123. Masyarakat juga diimbau mengatur penggunaan peralatan listrik dan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan penting.
Dampak pemadaman turut dirasakan pelaku usaha. Hikmawati (34), pengelola usaha makanan beku atau frozen food di Jalan Tunggala, Kendari, mengaku aktivitas usahanya terganggu ketika listrik padam hingga tiga sampai empat jam.
Menurut Hikmawati, sejumlah produk makanan beku menjadi lebih cepat mencair. Namun, produk daging masih relatif aman karena kondisi bekunya masih cukup baik.
“Kalau untuk daging masih lumayan aman karena bekunya bagus. Asal tidak lama, tidak apa-apa. Barang jadi mudah lembek karena pemadaman lumayan lama, sekitar tiga sampai empat jam,” kata Hikmawati.
Baca Juga: Inflasi Sulawesi Tenggara Agustus 2026 Capai 3,35 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Pemadaman juga menghambat transaksi dan pemesanan karena usahanya menggunakan koneksi Wi-Fi. Penggunaan generator set (genset) belum menjadi solusi mudah karena bahan bakar solar sulit diperoleh.
“Kami juga mengalami kendala di transaksi dan pemesanan karena menggunakan Wi-Fi. Mau pakai genset juga, solar mengantre dan susah. Semoga saja cepat membaik,” ujarnya.
PLN meminta masyarakat bersabar selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung serta terus memberikan dukungan agar sistem kelistrikan dapat segera kembali normal. (B)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim