MUA Ini Pilih Mualaf, Awalnya Amalkan Ilmu Sedekah

Wa Ode Fatima Azzahra, telisik indonesia
Selasa, 28 Februari 2023
0 dilihat
MUA Ini Pilih Mualaf, Awalnya Amalkan Ilmu Sedekah
Fransisca Wiwin seorang make up artis yang memilih mualaf karena mendapat hidayah dari buku. Foto: Screenshoot youtube D'Muslim

" Kala itu, salonnya memiliki dua pegawai yang beragama Islam. Keduanya begitu taat beribadah, baik salat maupun membaca Al-Qur’an. Akhlak dan kebiasaan keduanya itulah yang menjembataninya menuju Islam "

KENDARI, TELISIK.ID - Fransisca Wiwin yang sapaan akrabnya Bunda Wiwin ialah seorang mualaf yang dulu dibesarkan dari keluarga non muslim. Ia berasal dari Jawa Timur.

Mengutip dari chanel YouTube jlangml, dahulu Bunda Wiwin adalah seorang make up artis (MUA) dan memiliki salon kecantikan yang sangat ramai pengunjung. Salonnya berlokasi di Yogyakarta. Salonnya beroperasi sejak 1986 dan tutup pada tahun 2017.

Suaminya adalah seorang kepala sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta dan juga pengurus gereja. Di tempat tinggalnya Bunda Wiwin juga sebagai ketua lingkungan (sama seperti lurah). Tugasnya adalah memakmurkan dan menjaga lingkungan.

"Memakmurkan lingkungan itu menambah umat atau bagaimana caranya kita mendapatkan umat (pada agama saya dulu) dan menjaga lingkungan itu maknanya menjaga umat kami agar tidak murtad ke agama yang lain," ujar Bunda Wiwin pada channel YouTube jlangml.

Kala itu, salonnya memiliki dua pegawai yang beragama Islam. Keduanya begitu taat dalam beribadah, baik salat maupun membaca Al-Qur’an. Akhlak dan kebiasaan keduanya itulah yang menjembataninya menuju Islam. Di mana saat itu, ia sangat penasaran dengan agama Islam. Bunda Wiwin yang penasaran, mulai membaca buku-buku yang sepertinya sengaja diletakkan di atas meja salon.

“Dari buku-buku itulah Allah membimbing Bunda mendapatkan hidayah,” ujarnya.

Banyak sekali pelajaran yang ia dapatkan selama proses hijrahnya. Salah satu hal yang sering Bunda Wiwin bahas di keluarganya adalah mengenai surat Al-Maidah ayat 116.

Baca Juga: Artis Marcell Darwin Mualaf Tanpa Paksaan Siapapun

Surat tersebut menjadi bukti bahwa Nabi Isa bukanlah Tuhan dan tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah SWT. Namun sayangnya, pembahasan tersebut tidak juga membuka pikiran keluarganya. Yang terjadi hanyalah pertengkaran.

Setelah bertahun-tahun Bunda Wiwin merenungkan pilihannya, hingga akhirnya pada tahun 2005 ia benar-benar mantap untuk memeluk Islam. Langkahnya memeluk Islam bukan hal yang mudah.

Sebab, tekadnya yang sudah bulat itu, justru membuat sang suami naik pitam.Saking marahnya, mobil dan rumah milik Bunda Wiwin nyaris dibakar oleh suaminya.

"Bunda izin sama suami, suami saya marah, suami saya mau membakar rumah, bakar mobil dan Alhamdulillah dulu cari uang mudah ya soalnya. Jadi punya rumah punya mobil. Intinya Bunda tinggalkan,” jelasnya.

Namun, demi berada di jalan Allah, Bunda Wiwin rela meninggalkan istana yang ia bangun selama ini. Untuk mempertahankan keputusannya sebagai Muslim, ia lebih memilih untuk tinggal di salon.

Ia sangat yakin dengan pilihannya untuk memeluk Islam. Meskipun saat itu ia belum memiliki teman yang beragama Muslim. Hingga akhirnya ia meminta bantuan kepada teman non-Muslimnya yang memiliki teman Muslim, untuk bertanya tentang proses masuk Islam.

Dikutip dari muslimahdaily.com, karena tingginya keingintahuan mengenai Islam dan banyaknya perbedaan dari agama yang ia anut sebelumnya, dalam sepekan Bunda Wiwin mengaji di 14 Majelis Taklim. Ilmu yang pertama kali ia amalkan adalah ilmu sedekah dan perkataan ustaz kala itu masih membekas dibenaknya hingga kini.

“Waktu itu Pak Ustaz bilang gini, kalo kamu mau kaya ya perbanyak sedekah. Kalo kamu gak ingin kaya ya makan aja tuh hartamu sendiri,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Angel Lelga yang Mualaf karena Ingin Menikah dengan Rhoma Irama

Berawal mengamalkan ilmu sedekah, Bunda Wiwin melanjutkannya dengan merawat dan menyayangi anak-anak yatim. Bunda Wiwin sangat ingin bisa berjumpa dengan Rasulullah di akirat nanti.

“Selama ikut kajian-kajian itu diantaranya barang siapa yang ngurusin anak-anak yatim yang menyayangi anak yatim yang membantu kehidupan anak yatim, besok di akhirat akan bisa ketemu sama Rasulullah,” pungkasnya.

Pada tahun 2010 lalu, Allah mengizinkan Bunda Wiwin untuk menginjakan kaki di Tanah Suci Mekkah. Tangisnya pun pecah sambil berdoa dengan memluk pintu Hajar Aswad.

“Ya Allah Saya minta jadi mualaf yang bisa jadi contoh yang istiqomah. Ya Allah Saya ingin pondok pesantren, Saya ingin punya panti asuhan, Saya ingin punya anak yatim 100. Semuanya saya pengen saya ungkapkan sambil nangis sambil memeluk memegang pintu Hajar Aswad itu,” ceritanya.

Berkat ketaatan dan cintanya kepada agama Allah, semua keinginan yang ia panjatkan perlahan jadi kenyataan. Bunda Wiwin telah berhasil membangun yayasannya yang diberi nama LKSA Rumah Yatim Wiwin Muslimah. (C)

Penulis: Wa Ode Fatima Azzahra

Editor: Haerani Hambali 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga