KENDARI, TELISIK.ID - Cerita perjalanan memeluk Islam kali ini datang dari orang paling berpengaruh bagi para mualaf di Bumi Anoa, yakni Ketua Mualaf Center Sulawesi Tenggara, Wayan Wiana.

Usai salat Magrib setelah rangkaian acara buka puasa bersama para pengurus mualaf center, Wayan yang saat itu juga sebagai imam salat, meluangkan sela waktunya sebelum ceramah tarawih untuk berbincang bersama Telisik.id.

Kisahnya dimulai saat masa-masa ia sekolah di SMAN 4 Kendari yang dulu masih bernama SMA Mandonga. Saat itu Wayan yang sedang menjalani sekolah sore, tetiba menangis tersedu-sedu hingga menyesakkan dada ketika adzan Ashar berkumbandang. Padahal sebagai warga yang hidup di lingkungan mayoritas, suara azan bukanlah hal asing baginya.

Baca Juga: Temukan Akhlak Penganut Islam yang Sangat Tinggi, Julien Faubert Putuskan Mualaf

Tidak hanya sekali, rasa tangis dan sesak dada selalu berulang setiap adzan berkumandang, lima kali sehari, tanpa alasan apapun. Betapa basah mata dan bingung pikirannya saat itu.