MUI Nego Akses Selat Hormuz untuk Kapal Minyak RI Dibuka, Begini Reaksi Iran

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 08 April 2026
0 dilihat
MUI Nego Akses Selat Hormuz untuk Kapal Minyak RI Dibuka, Begini Reaksi Iran
Upaya MUI membuka akses Selat Hormuz bagi kapal Indonesia mendapat respons dari pemerintah Iran terkait situasi kawasan. Foto: Repro Kompas

" Upaya diplomasi nonformal dilakukan Majelis Ulama Indonesia untuk mendorong kelancaran akses kapal Indonesia di Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Upaya diplomasi nonformal dilakukan Majelis Ulama Indonesia untuk mendorong kelancaran akses kapal Indonesia di Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, meminta pemerintah Iran membuka akses bagi kapal-kapal Indonesia yang melintas di Selat Hormuz. Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari semangat persahabatan dan kerja sama antarnegara yang selama ini terjalin.

Hal itu disampaikan Cholil usai menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, isu akses pelayaran menjadi salah satu fokus pembahasan utama.

"Mengapa Indonesia kapalnya belum bisa lewat di Selat Hormuz? Apakah bisa dibantu demi kemanusiaan dan persatuan kita yang akrab? Sebaiknya barangkali kalau boleh kita minta untuk kepentingan energi kita, kepentingan di Indonesia, hubungan baik dengan Iran bisa dibuka untuk Indonesia sebagaimana kepada negara tetangga kita di Malaysia," ujar Cholil, seperti dikutip dari Republika, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: 2 Tanker Pertamina Tak Bisa Tembus Selat Hormuz, Bahlil Akui Bukan Perkara Sederhana

Menanggapi hal tersebut, Boroujerdi menjelaskan bahwa situasi di kawasan Selat Hormuz memang terdampak oleh dinamika geopolitik yang sedang berlangsung. Kondisi itu sempat membuat sejumlah kapal Indonesia terjebak di wilayah tersebut.

"Terkait kapal-kapal yang terjebak di sana, saat ini pemerintah-pemerintah sedang melakukan negosiasi. Beberapa kapal Indonesia juga sempat terjebak di wilayah tersebut. Dua kapal Indonesia sudah berhasil keluar dari situasi tersebut," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa komunikasi antara pemerintah Iran dan Indonesia masih terus berjalan. Upaya penyelesaian dilakukan melalui jalur diplomasi resmi agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut terhadap aktivitas pelayaran.

"Pemerintah Iran dan Indonesia sedang melakukan pembicaraan, dan tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan dalam hal ini. Indonesia tentu memiliki kapal-kapal tersebut dan pasti akan mengurusnya. Namun, kapal-kapal itu harus mematuhi protokol yang berlaku dalam situasi perang," kata Boroujerdi.

Baca Juga: Perang di Selat Hormuz Terus Berkecamuk, Bahlil Mau Induksi 120 Juta Motor Listrik Nasional

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa keamanan kapal-kapal Indonesia tetap menjadi perhatian selama mengikuti aturan yang ditetapkan. Iran memastikan adanya pengawalan bagi kapal yang melintas sesuai prosedur.

"Dengan mengikuti protokol tersebut, kapal-kapal bisa melintas dengan aman dan dengan pengawalan dari pasukan Iran," jelasnya.

Situasi di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian banyak negara karena jalur tersebut merupakan salah satu titik vital distribusi energi dunia. Kelancaran akses bagi kapal Indonesia dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional serta hubungan bilateral kedua negara. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga