adplus-dvertising

Nama Baubau Diusul Jadi Kota Buton

Deni Djohan, telisik indonesia
Sabtu, 06 Februari 2021
3534 dilihat
Nama Baubau Diusul Jadi Kota Buton
Suasana saat diskusi "Koja-koja Kahawa Rongi" yang melibatkan sejumlah mantan pejabat Kabupaten Buton dan Kota Baubau di Sunsert Resort, Sabtu (06/02/2020). Foto: Deni Djohan/Telisik

" Setau saya Baubau itu dari jembatan batu Kelurahan Wale sampai di Bonesaala Kelurahan Batulo. "

BAUBAU, TELISIK.ID - Sejumlah tokoh masyarakat Buton bersepakat mengubah nama Kota Baubau menjadi Kota Buton.

Usulan ini lahir dari diskusi "Koja-koja Kahawa Rongi" yang melibatkan sejumlah mantan pejabat Kabupaten Buton dan Kota Baubau di Sunsert Resort, Sabtu (06/02/2020).

Jajaran tokoh tersebut adalah mantan Bupati Buton, LM. Safei Kahar dan Samsu Umar Abdul Samiun. Mantan Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Baubau, Waode Maasra Manaarfa. Mantan Ketua DPRD Wakatobi, Ali Hasan. Mantan Wakil DPRD Kota Baubau, Haji Hamuri. Anggota DPRD Buton Selatan, La Hijira dan sejumlah tokoh budaya dan masyarakat lainnya termasuk mantan Kandepag, Muirun Awi.


Usulan pergantian nama tersebut lahir dari gagasan mantan bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun. Menurutnya, Kota Baubau tak miliki nilai historis dalam perjalanan panjang eks kesultanan Buton sehingga layak untuk diubah.

"Setau saya Baubau itu dari jembatan batu Kelurahan Wale sampai di Bonesaala Kelurahan Batulo," beber Umar Samiun.

Selain itu, ia melanjutkan bahwa identitas kebutonan semakin kuat tergaung. Sehingga tak ada lagi sekat antara masyarakat Buton lainnya dalam hal identitas maupun entitas.

Hal ini kemudian ditanggapi baik peserta forum termasuk mantan Bupati Buton, LM. Safei Kahar. Hanya saja dibutuhkan tim kecil semacam forum kota (Forkot) saat fase peningkatan status kotif Baubau menjadi kota.

Baca juga: 23 Situs di Kolut Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

"Saya sangat sepakat dengan usulan ini. Karena dimana-mana itu tidak ada kerukunan Baubau, yang ada kerukunan Buton," ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta agar usulan perubahan nama yang sudah disepakati melalui forum tersebut dikamas menjadi rekomendasi ke pemerintah kota untuk kemudian diteruskan ke DPR.

"Nanti kita desak Kota dan DPR agar diteruskan ke Kemendagri. Karena ini pengalaman saya saat memekarkan daerah seperti itu. kalau perlu sampai tukang ketiknya itu dikawal," jelasnya.

Senada dengan itu, mantan Ketua DPRD Wakatobi, Andi Hasan menilai, pergantian nama Kota Baubau menjadi Kota Buton sinergi dengan rencana Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).

"Kalau saya sangat sepakat sekali," singkatnya.

Tak hanya nama-nama di atas, mantan Wakil Ketua Satu DPRD Kota Baubau, H. La Ode Hamuri, juga sangat sepakat dengan usulan penggantian nama tersebut mengingat historis Buton yang patut untuk dijaga.

"Menurut beberapa sumber, nama Baubau lahir karena banyaknya mayat yang tak sempat dikuburkan di sepanjang Kelurahan Wale. Wale ini diambil dari Wale-wale (pondok)," pungkasnya. (A)

Reporter: Deni Djohan

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga