Pasca Kericuhan di Depan Kampus UNM, Polisi Bersama Masyarakat Buka Blokade Jalan

Rezki Mas'ud, telisik indonesia
Jumat, 23 Oktober 2020
0 dilihat
Pasca Kericuhan di Depan Kampus UNM, Polisi Bersama Masyarakat Buka Blokade Jalan
Polisi dan masyarakat membuka blokade Jalan AP Pettarani. Foto: Rezki Mas'ud/Telisik

" Demi menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif sebagai implementasi dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia, kami juga memerlukan dukungan partisipasi dari masyarakat. Tanpa dukungan tersebut akan sangat sulit bagi kami menjaga kondusifitas keamanan di Kota Makassar. "

MAKASSAR, TELISIK.ID - Dampak pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI, masih menimbulkan aksi-aksi unjuk rasa oleh aliansi mahasiswa dan organisasi masyarakat di beberapa wilayah Indonesia.

Aksi ini pun terkadang berujung dengan kericuhan antara massa pengunjukrasa dengan aparat keamanan yang berjaga di lokasi demo.

Di Makassar, Kamis malam (22/10/2020) pukul 20.40 Wita, tepatnya di depan Kampus UNM Jalan A.P. Pettarani Kota Makassar, terjadi kericuhan antara massa pengunjukrasa dari Aliansi Gerakan Rakyat Makassar dengan warga yang tinggal di sekitar Jalan A.P. Pettarani.

Kericuhan ini dipicu oleh aksi blokade jalan yang dilakukan oleh demonstran. Karena penutupan Jalan A.P. Pettarani, terjadi kemacetan. Merasa terganggu dengan aksi tersebut, masyarakat sekitar melemparkan petasan (mercon) ke arah massa pengunjukrasa. Akibatnya kericuhan antara kedua pihak tidak dapat dielakkan dan menyebabkan 1 unit mobil ambulance dibakar massa.

Pada pukul 23.30 Wita, dua SSK Pasukan PHH dari Batalyon A Pelopor dan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel berhasil mengamankan lokasi kejadian. Setelah massa pengunjukrasa membubarkan diri dan situasi keamanan kembali kondusif, aparat keamanan bersama warga sekitar membuka jalan yang sempat ditutup oleh massa pengunjukrasa.

Tampak Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan terlibat langsung dalam pembukaan blokade jalan dan berbaur dengan masyarakat.

Baca juga: 3.000 Pelaku UMKM di Konawe Usul Program BPUM

Kegiatan ini menarik perhatian, pasalnya, di balik aksi unjuk rasa yang kerap kali berujung ricuh dan mengganggu ketertiban umum, masih ada masyarakat yang peduli terhadap kepentingan bersama.

Hal ini diungkapkan oleh Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel saat bahu membahu bersama warga memindahkan beton pembatas jalan yang digunakan untuk menutup Jalan A.P. Pettarani oleh massa pengunjukrasa.

"Tentunya saya sangat mengapresiasi kepedulian warga di sekitar Jalan A.P. Pettarani. Mereka bekerja sama dengan kami untuk membuka kembali akses jalan utama Kota Makassar yang sempat ditutup massa pengunjuk rasa. Hal ini menunjukkan jika masih ada sekelompok masyarakat yang peduli dengan kepentingan orang banyak. Kami semua berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan tetap menjaga ketertiban umum," ujar Kompol Nur Ichsan.

Sementara itu Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis. P.S, S.IK, M.Si mengatakan, dalam mengimplementasikan Bhakti Brimob Untuk Indonesia, Satbrimob Polda Sulsel juga membutuhkan dukungan dari masyarakat.

"Demi menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif sebagai implementasi dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia, kami juga memerlukan dukungan partisipasi dari masyarakat. Tanpa dukungan tersebut akan sangat sulit bagi kami menjaga kondusifitas keamanan di Kota Makassar," ungkap Muhammad Anis. (B)

Reporter: Rezki Mas'ud

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga