adplus-dvertising

Peluang Besar Bisnis Karbon di Sulawesi Tenggara

Adinda Septia Putri, telisik indonesia
Sabtu, 10 Juni 2023
0 dilihat
Peluang Besar Bisnis Karbon di Sulawesi Tenggara
Diskusi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

" Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan diskusi tentang potensi komoditas hutan dan multi usaha kehutanan "

KENDARI, TELISIK.ID - Perdagangan karbon banyak diusulkan jadi alternatif menekan laju emisi untuk pertahankan keberlanjutan. Sulawesi Tenggara punya peluang besar bisnis karbon jika dilihat besarnya luas hutan di bumi anoa.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan diskusi tentang potensi komoditas hutan dan multi usaha kehutanan, dengan menghadirkan narasumber Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Indonesia, Silverius Oscar Unggul, berlangsung di aula Kadin Sulawesi Tenggara, Jumat (9/6/2023).

Pada kesempatan tersebut Silverius menyampaikan bahwa Kadin Indonesia mendorong pengusaha yang ada di Sulawesi Tenggara untuk mengembangkan bisnis karbon.

Menurut Silverius yang biasa disapa Onte, pihaknya kesini ingin menyampaikan peluang-peluang kepada teman-teman di Sulawesi Tenggara terkait bisnis karbon, karena bisnis ini akan menjadi salah satu bisnis yang paling valuable (berharga) dan bagus dikembangkan ke depan.

Kebetulan, kata Onte, saat ini pemerintah Indonesia lewat undang-undang cipta kerja izin di sektor kehutanan sudah menjadi satu.

Baca Juga: 4 Tips Jitu Membuat Inovasi dalam Bisnis Kamu

"Satu izin di sektor kehutanan bisa semua bisnis. Kalau dulu kan hanya satu, misalnya izin kayu ya kayu aja kan. Nah sekarang bisa semua bisnis (multi usaha kehutanan), jadi termasuk di dalamnya kayu agroforestri (tanaman pertanian) terus instrumental service. Itu bisa air bisa karbon, walaupun bisnis karbon saat ini memang regulasinya masih bergulir dan disusun oleh pemerintah," katanya.

Onte menerangkan, bisnis karbon ini sayang dilewatkan. Para pengusaha Sulawesi Tenggara harus bisa memaksimalkan peluang ini.

"Jadi dalam diskusi tadi kita coba diskusikan dan membahas apa sih ciri-cirinya bisnis karbon itu. Bagaimana sih bisnis karbon itu, apa sih yang dilihat dari bisnis karbon, dan apa kira-kira Sultra dapatkan kalau regulai bisnis karbon telah dikeluarkan oleh pemerintah. Nah itu semua kita sudah diskusikan tadi," terangnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, tata laksanan penjualan di bisnis karbon masih berproses. Kita berharap kepada Presiden Jokowi agar secepatnya mengeluarkan regulasinya, karena sebelumnya sudah sempat disampaikan di bulan Juni ini dikeluarkan, sebab di bulan September nanti karbon ini sudah diperdagangkan di bursa.

Selain itu, pihaknya juga membahas masalah regeneratif produk mengingat semua brand-brand besar di dunia ingin dapat bahan baku yang baik, yang non kimia dan lainnya.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Crazy Rich Penyumbang Emisi Karbon Tertinggi

"Dan kita tahu bersama yang dibutuhkan dunia sekarang ini adalah kakao, karena dulu Sultra adalah pengekspor atau penghasil kakao terbesar dan terbaik. Nah sekarang saatnya untuk merevitalisasi kakao kita, karena tidak semua daerah bisa menanam kakao sebaik kita kan, jadi jika nantinya dunia datang dan membutuhkan kakao yang baik kita sudah siap," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sulawesi Tenggara, Sastra Alamsyah menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kehadiran Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah hadir di Kendari.

"Atas nama Ketua Umum Kadin Sultra Bapak Anton Timbang, Kadin Sultra sangat mendukung apa yang dipaparkan bapak Silverius, tentunya Sultra ini punya potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha Sultra untuk memaksimalkan peluang terkait bisnis karbon, bisnis ini berharga," ungkap Sastra Alamsyah. (B-Adv)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga