adplus-dvertising

Pemprov NTT Libatkan Lembaga Agama Atasi Stunting

Berto Davids, telisik indonesia
Selasa, 18 Mei 2021
654 dilihat
Pemprov NTT Libatkan Lembaga Agama Atasi Stunting
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan beberapa tokoh agama dalam sebuah pertemuan. Foto: Ist.

" Pencegahan dan penanganan stunting harus mendapat perhatian serius semua pihak termasuk lembaga agama "

KUPANG, TELISIK.ID - Masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi perhatian prioritas pemerintah.

Pasalnya, RPJMD Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Yoseph Nae Soi, terkait penanganan stunting hingga saat ini belum mencapai target.

Target RPJMD pemerintah Provinsi NTT terkait penanganan stunting harus mencapai nol kasus. Namun pada tahun 2021 ini, jumlah stunting di NTT masih berkutat di angka 24,2 persen. Hal ini sangat jauh dari target Gubernur dan Wagub terpilih Pilgub 2019 itu.


Merespon hal tersebut, dalam sebuah kesempatan kunjungan para toko agama, Selasa (18/5/2021), Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa pihaknya komitmen mengatasi stunting di NTT dengan cara menggandeng lembaga agama.

Baca Juga: DPRD Sarankan Perubahan Nama Rumah Sakit Raha Gunakan Perbup

Dalam pertemuan tersebut, ia pun menanyakan kondisi umat setempat, khususnya menyangkut permasalahan stunting pasca dihantam badai siklon tropis seroja pada April lalu.

"Pencegahan dan penanganan stunting harus mendapat perhatian serius semua pihak termasuk lembaga agama," kata Laiskodat.

Selain pemerintah, kata dia, lembaga agama juga berperan sehingga stunting bisa diatasi secara menyeluruh pada semua tingkatan.

Untuk itu, pada kesempatan kunjungan ini para tokoh agama diharapkan bisa memberikan data terkini tentang stunting yang masih ada dalam kelompok umat basis.

"Menggandeng lembaga agama merupakan cara lain kita untuk mengatasi stunting di NTT, sebab lembaga agama juga berperan penting dari segi pendataan agar penanganannya lebih tepat sasaran," jelasnya.

Baca Juga: Mobil Ertiga Ditumpangi Satu Keluarga, Terperosok di Bibir Jurang

Sebagai contoh konkrit, jelas dia, pastor paroki lebih paham kondisi umat yang dilayaninya. Pemerintah akan lebih cepat dapat data dari situ agar bisa melakukan langkah terapi yang tepat. Begitu juga dengan tokoh agama lain.

Selain itu, tambah dia, menggandeng lembaga agama dalam menangani masalah stunting juga sangat penting dalam perhitungan anggaran, sehingga penggunaannya tidak menyimpang. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga