adplus-dvertising

Pemulangan Jenazah dari Papua, Keluarga Korban Dimintai Rp 105 Juta

Sunaryo, telisik indonesia
Rabu, 07 Desember 2022
3178 dilihat
Pemulangan Jenazah dari Papua, Keluarga Korban Dimintai Rp 105 Juta
Salah satu korban warga Muna yang menjadi korban penembakan KST Ngalum Kupel di Papua. Foto: Ist.

" Pihak keluarga korban menanti jenazah dipulangkan ke kampung halaman, namun mereka diminta mentransfer uang sebesar Rp 105 juta "

MUNA, TELISIK.ID - Tiga warga Kabupaten Muna, masing-masing Musrin alias La Usu, La Aman dan La Ati yang menjadi korban penembakan KST Ngalum Kupel Batalyon III Meme Salju pimpinan Taklif Diyeitoki Kalakmabin (Danyon III Meme Salju) di Kali Okse, Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (5/12/2022), telah dievakuasi ke rumah sakit oleh personel kepolisian, Selasa (6/12/2022).

Kini, pihak keluarga para almarhum menanti jenazah dipulangkan ke kampung halaman. Namun, ada kabar yang tidak mengenakkan didapat pihak keluarga. Untuk pemulangan jenazah dari Papua, keluarga diminta mentransfer uang sebesar Rp 105 juta.

"Info dari sana (Papua), untuk tiga korban biaya pemulangannya sebesar Rp 105 juta," kata Al Mulawar, saudara korban, La Usu, Rabu (7/12/2022).


Mereka juga bingung untuk apa uang sebesar itu. Pasalnya, saat ditanya untuk biaya apa, mereka tidak diberi tahu.

"Makanya, kita bingung. Sebenarnya, uang itu untuk apa," ujarnya.

Baca Juga: 3 Pria Asal Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tewas Diduga jadi Korban OPM

Untuk uang sebesar itu, pihak keluarga tidak sanggup. Pasalnya, orang tua korban hanya seorang petani. Karenanya, mereka berharap ada bantuan sehingga ketiga jenazah korban dapat dipulangkan di kampung halaman untuk dikebumikan.

Al Mulawar mengaku, adiknya La Usu berangkat ke Papua bersama dua rekannya delapan bulan lalu. Mereka kesana (Papua) bekerja sebagai tukang ojek. Korban La Usu merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan suami istri Langkota dan Wa Lina.

Tiga hari lalu, korban sempat berkomunikasi dengan ibunya, Wa Lina, melalui telepon seluler. Kemudian, sebelum pergi bekerja Senin pagi, korban berkomunikasi dengan keluarganya di Desa Korihi, Kecamatan Lohia.

Korban La Usu merupakan jebolan pondok pesantren Al Ikhlas Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa angkatan tahun 2020.

Rekan-rekan alumninya pun kaget mendengar La Usu menjadi korban pembunuhan di Papua. Untuk meringankan beban keluarga korban, rekan-rekannya berinisiatif melakukan penggalangan dana.

"Kita mulai membuka donasi untuk membantu keluarga korban," kata Syahrul, rekan almarhum.

Baca Juga: TNI Amankan 5 Ton Minyak Tanah Jatah Manggarai Yang Hendak Diselundupkan

Kronogis kejadiaanya bermula saat korban, La Usu bersama lima rekannya mengojek, sekira pukul 14.30 Wita. Di Kali Okse, Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, mereka ditembaki oleh kelompok KST Ngalum Kupel.

Ketiga korban yakni, La Usu, La Aman dan La Ati meninggal dunia. La Aman, ditemukan tergeletak di sungai kecil dengan kondisi kepala tertimpa batu. Kemudian La Usu tergelak di jalan dengan kondisi pergelangan tangan kanan putus dan La Ati ditemukan di samping motornya 15 kilo meter dari TKP setelah pencarian 15 jam lamanya.

Sedangkan tiga rekannya yakni Rono, Rizal dan Jani selamat dalam kejadian itu. Ketiganya diamankan di rumah masyarakat. (B)

Penulis: Sunaryo 

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga