adplus-dvertising

Mahasiswa Undana Kupang Ditemukan Meninggal di Indekos, Begini Kronologisnya

Berto Davids, telisik indonesia
Selasa, 10 Agustus 2021
2288 dilihat
Mahasiswa Undana Kupang Ditemukan Meninggal di Indekos, Begini Kronologisnya
Korban saat hendak dievakuasi dari indekos. Foto: Ist.

" Mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, ditemukan meninggal dunia di indekos. "

KUPANG, TELISIK.ID - Nona (22), mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, ditemukan meninggal dunia di indekos Jalan KB Lestari, nomor 12, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (10/8/2021).

Nona yang berasal dari Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pertama kali ditemukan ibu indekos, Ema Muda (42), sekitar pukul 08.30 WITA.

Saat itu, Ema Muda hendak mengantar bubur.


"Saya ketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Saya ketuk lagi dan panggil namanya, tapi tidak ada sahutan. Biasanya hanya satu kali ketuk dia langsung buka. Tapi kali ini sekitar setengah jam saya ketuk pintu tapi tidak ada jawaban," kata Ema kepada awak media.

Ema pun memberitahukan kepada suaminya dan penghuni indekos lain. Mereka kemudian menggedor pintu kamar korban, namun tetap tidak ada jawaban.

Kondisi korban baru diketahui setelah warga mencongkel jendela indekos.

Korban diketahui sudah dua kali menjalani vaksinasi COVID-19. Vaksinasi kedua dijalani korban pada akhir Juli 2021 lalu.

"Sepertinya korban menyembunyikan sakitnya saat divaksin. Padahal saat itu korban sudah sakit dan seperti kelelahan dan berat badan semakin menurun," ungkap Ema.

Ema menceritakan, kalau korban berusaha kuat dan tidak menyampaikan soal sakitnya saat menjalani vaksin, hingga bisa mendapatkan dua kali vaksin.

Korban diketahui sudah empat tahun menghuni indekos. Selama ini, korban cenderung tertutup dan tidak menceritakan keadaannya kepada siapapun, termasuk orang tuanya.

Baca juga: Kasus Korupsi Tanah Munjul, Giliran Wakil Ketua DPRD DKI Diperiksa KPK

Baca juga: Polri Ungkap Pelaku Peretas Website Setkab Bukan Pemain Baru

Diketahui, kalau ibu korban sudah beberapa tahun tinggal di Kalimantan menjadi tenaga kerja. Sementara ayah korban tinggal di Maumere.

Pemilik indekos dan rekan korban sudah berulang kali meminta korban ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

"Kadang korban mengalami batuk parah jelang subuh dan saya sering bangun mengecek keadaannya," kata Ema.

Dia juga tidak tega melihat keadaan korban, sehingga sering mengajak korban ke rumah sakit, namun korban sering menolak dan beralasan masih menunggu ayahnya datang dari Maumere.

"Saya pernah telepon mobil Brigade Kupang Sehat untuk menjemput korban, karena saya lihat berat badan korban makin menyusut, tapi korban menolak," ujar Ema.

Pada Kamis (5/8/2021) lalu, Ema kembali memaksa korban ke rumah sakit sehingga diantar kerabatnya ke Puskesmas Oesapa. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban menderita penyakit TBC akut, dan harus mengkonsumsi obat dalam jangka waktu lama.

Petugas Puskesmas Oesapa memberikan obat yang harus dikonsumsi korban dan diminta kembali melakukan kontrol kesehatan dua pekan mendatang.

"Baru empat hari minum obat dari Puskesmas, korban sudah meninggal dunia," tambah Ema.

Selain sakit TBC akut, korban juga diketahui memiliki riwayat sakit lambung akut. Hingga saat ini berat badan korban hanya 26 kilogram.

Usai penemuan jenazah korban, tim gugus tugas dari Kecamatan Kelapa Lima ke lokasi kejadian melakukan tes dan swab. Hasilnya, korban negatif COVID-19, sehingga pengurusan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala SPKT Polsek Kelapa Lima, Aiptu Mick Terru yang dikonfirmasi di lokasi kejadian mengaku, awalnya polisi mendapatkan laporan soal penemuan mayat. Kemudian menghubungi petugas identifikasi Satuan Reskrim Polres Kupang Kota. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga