adplus-dvertising

Penuhi Kebutuhan Darah, RS Raha Bangun Gedung UTD

Sunaryo, telisik indonesia
Minggu, 06 Juni 2021
818 dilihat
Penuhi Kebutuhan Darah, RS Raha Bangun Gedung UTD
Gedung UTD RS Raha sementara dibangun. Foto: Sunaryo/Telisik

" Fasilitas di Rumah Sakit (RS) Raha, Kabupaten Muna terus dilengkapi. Tahun ini, RS yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu mulai membangun gedung unit transfusi darah (UTD). "

MUNA, TELISIK.ID - Fasilitas di Rumah Sakit (RS) Raha, Kabupaten Muna terus dilengkapi. Tahun ini, RS yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu mulai membangun gedung unit transfusi darah (UTD).

Direktur RS Raha, dr Muhamad Marlin menerangkan, pembangunan gedung UTD dalam rangka memenuhi kebutuhan stok darah. Pembangunan gedung menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp 3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Anggaran Rp 3 miliar itu sudah termasuk dengan pengadaan alat kesehatannya (Alkes)," kata Marlin ditemui di lokasi pembangunan gedung UTD, Minggu (6/6/2021).


Lokasi gedung UTD yang dibangun berdekatan dengan unit gawat darurat (UGD). Gedung menyatu dengan bangunan rawat inap, yang modelnya sama. Sehingga, nantinya tidak merusak estetika bangunan induk RS.  

Baca juga: Ada Warga Alor NTT Yang Ditembak KKB di Papua, Ini Identitasnya

Baca juga: CJH Bakal Difasilitasi Jika Ingin Tarik Kembali Setoran Dana Haji, Berikut Prosedurnya

"Mulai dari cat hingga bentuk bangunan sama," sebutnya.  

Marlin mengaku, RS awalnya telah memiliki gedung UTD. Namun, kondisi ruangan tidak memenuhi standar. Belum lagi, lokasinya agak jauh dari RS dan alkesnya belum memadai.

"UTD harus dekat dengan UGD," timpalnya.  

Untuk pemenuhan stok darah di RS, pihaknya telah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kendari. Hanya, saja akibat pandemi COVID-19, PMI belum bisa mendistribusikan stok darahnya. Nah, dengan adanya gedung UTD itu nantinya, pihaknya akan mulai mencari pendonor tetap, sehingga kebutuhan darah di RS terus tersedia.  

"Saat ini memang, kita sangat kesulitan mendapatkan stok darah. Bila ada pasien, kita mencari pendonor yang golongan darahnya sama," pungkasnya. (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga