adplus-dvertising

Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Kementan Gulirkan Vaksinasi

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 15 Juni 2022
557 dilihat
Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Kementan Gulirkan Vaksinasi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Repro Kompas.com

" Kementerian Pertanian menggulirkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak di Tanah Air yang dimulai di Jawa Timur "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak di Tanah Air yang dimulai di Jawa Timur (Jatim).

“Kita usahakan (vaksinasi) lebih cepat, lebih bagus,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (15/06/2022).

Dikatakan, untuk kebutuhan vaksinasi tersebut, pemerintah telah mendatangkan vaksin PMK tahap pertama pada Minggu (12/06/2022) lalu.


Pelaksanaan vaksinasi akan diprioritaskan bagi hewan sehat namun berada di wilayah zona merah atau zona tertular PMK.

“Jadi total yang ada ini dulu yang kita vaksin pada kantong-kantong daerah merah,” ujar politisi Partai Nasdem ini.

Ia mengungkapkan, pemerintah juga telah membentuk gugus tugas dan crisis center penanganan PMK baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

Baca Juga: Hari Ini Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Berikut Agenda Lengkapnya

“Setiap hari, 24 jam melakukan validasi dan intervensi di tingkat kabupaten per hari. Kemudian per 2 hari, intervensi dan evaluasi di tingkat provinsi, ini dilakukan rapat koordinasi. Yang ketiga, di tingkat nasional tiga hari satu kali, dengan demikian koordinasi. Kemudian beberapa line yang kita buka untuk melakukan pelaporan juga itu dilakukan,” ujarnya.

Syahrul menuturkan, pihaknya juga memastikan agar hewan dari zona merah diisolasi dan tidak boleh keluar dari zona tersebut.

“Tidak boleh ada hewan hidup keluar, semua potong di tempat,” tegasnya.

Baca Juga: Pajak Kendaraan Bermotor Bakal Dihapus? Ada Tapinya...

Dalam mengantisipasi kebutuhan hewan kurban dalam menghadapi Idul Adha yang akan datang, Mentan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih kurang 1,7 juta hewan ternak dari daerah zona hijau atau yang tidak tertular PMK.

“Suplai kita dan prosesnya itu dijaga dengan baik oleh karantina, sebelum dia berangkat diperiksa, dia datang di satu tempat harus diperiksa,” tandasnya. (C)

Penulis: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga