adplus-dvertising

Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Mutiara Masuk Babak Akhir

Sunaryo, telisik indonesia
Selasa, 19 Oktober 2021
914 dilihat
Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Mutiara Masuk Babak Akhir
Dirjen P2KT, Aisyah Gamawati bersama Bupati Muna, LM Rusman Emba pada acara penyusunan akhir master plan. Foto: Ist.

" Kawasan yang terletak di bagian timur Kabupaten Muna itu akan dikelola lebih profesional dengan tujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. "

MUNA, TELISIK.ID - Kawasan transmigrasi Muna Timur Raya (Mutiara) masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Karena itu, kawasan yang terletak di bagian timur Kabupaten Muna itu akan dikelola lebih profesional dengan tujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kini, master plan science techno park (STP) masuk penyusuan tahap akhir yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam ekspose laporan akhir yang dilakukan UGM secara langsung dan daring dihadiri Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT), Aisyah Gamawati, kementerian terkait, Bupati Muna LM Rusman Emba dan anggota DPRD Muna.


Kata Dirjen P2KT, Aisyah Gamawati, master plan STP menjadi roadmap yang meliputi, pembagian peran dan tugas antar stakeholder, dasar perumusan dan penyusunan regulasi atau kebijakan (policy), penyusunan dokumen rencana teknis yang akan menjadi dasar dokumen pelaksanaan pembangunan, hingga perencanaan pengembangannya.

Baca Juga: Raih Medali Emas, Ridwan Sebut Prestasi Dayumin Kebanggaan Warga dan Pemda Butur

Baca Juga: OPD di Muna Wajib Beberkan Program Pembangunan Lewat Inovasi Kabanti

"Sasaran yang dapat kita wujudkan dengan pendekatan metode SMART, target pekerjaan spesifik (specific), dapat terukur (measurable), dapat tercapai (achieveable), sesuai (relevant), dan memiliki batas waktu (time bound)," kata Aisyah, Selasa (19/10/2021).

Dalam menyusun master plan, UGM berdasarkan hasil produksi jenis komoditi dominan, memiliki nilai ekonomi dan didukung dari hasil perhitungan LQ. Empat komuditas unggulan pun dipilih yakni jagung, jambu mete, kelapa dan sapi.

Di sisi lain pula, UGM mengeluarkan rekomendasi untuk impelmentasi perencanaan STP diperlukan dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam pembangunan secara kolaboratif pentahelix. Kemudian, pembangunan dapat dilakukan secara bertahap dimulai dari inovasi program budidaya pertanian unggulan (jagung, mete, kelapa, dan sapi). Lalu, menyiapkan arana prasarana pendukungnya untuk program agroindustri dan agrobisnis, serta pembentukan organisasi pengelola STP.

Bupati Muna, LM Rusman Emba, berjanji akan mendukung penuh program STP.  Untuk sarana prasarana pendukung akan dianggarkan di APBD 2022.

"Yang namanya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, kami sangat support," tegasnya.

Sementara itu, Kadis Nakertrans Muna, Fajaruddin Wunanto menerangkan, dengan ditetapkan sebagai kawasan STP, akan menjadi awal kebangkitan wilayah Mutiara. Karena secara otomatis, di wilayah tersebut akan terjadi peningkatan perekonomian. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga