adplus-dvertising

Kondisi Ekonomi Tak Mendukung, Ibu Ini Terpaksa Pisah dari Anaknya

Andi Irna Fitriani, telisik indonesia
Jumat, 03 Juni 2022
748 dilihat
Kondisi Ekonomi Tak Mendukung, Ibu Ini Terpaksa Pisah dari Anaknya
Seorang ibu yang berasal dari Jawa Timur yang saat ini telah menetap di Kota Kendari, setiap hari harus berjalan kaki sejak subuh untuk memulung, demi kebutuhan sehari-hari. Foto: Andi Irna Fitriani/Telisik

" Setiap orang pasti menginginkan masa tua yang bahagia dan menikmati hidup tenang bersama anak dan cucu, tanpa harus memikirkan esok harus makan apa "

KENDARI, TELISIK.ID - Setiap orang pasti menginginkan masa tua yang bahagia dan menikmati hidup tenang bersama anak dan cucu, tanpa harus memikirkan esok harus makan apa.

Namun sayangnya, hal ini tidak dapat dirasakan oleh seorang ibu yang saat ini menetap di Kota Kendari selama dua tahun, sebut saja Narti (58).

Ibu yang berasal dari Jawa Timur ini tidak ingin menyebutkan namanya karena merasa malu dengan keadaannya saat ini.


Keseharian Narti yaitu memulung, yang ia mulai sejak subuh dengan berjalan kaki. Hasil dari memulung yang ia lakukan tersebut tidak menentu, bahkan terkadang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Yah, seadanya, di cukup-cukupkan saja. Satu kilo botol biasanya dihargai Rp. 2.500," katanya, Jumat (3/6/2022).

Untuk tempat tinggalnya sendiri, Narti menumpang di rumah orang yang ia kenal sejak tinggal di Jawa Timur, karena ia tidak mempunyai rumah, ia tinggal bersama teman-teman pemulungnya yang lain.

Baca Juga: Ibu Ini Banting Tulang demi Hidupi 9 Anak dan Suaminya

"Sejak di Kendari, saya sudah langsung bekerja sebagai pemulung, saya tinggal sama teman-teman yang kerjanya cari botol seperti ini," ungkapnya.

Hasil dari memulung tersebut, jika ada lebihnya walau sedikit ia simpan untuk membayar utang kepada pemilik rumah yang ia tinggali dengan teman-temannya yang lain.

Lanjut, Narti mengaku mempunyai tiga anak, namun sudah lama tidak pernah bertemu, anaknya tinggal bersama orang lain akibat keadaan yang serba kekurangan.

"Saya orang susah kasian," ucapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bahwa sudah tidak pernah mengetahui kabar anaknya tersebut. Sementara untuk ayah dari ketiga anaknya itu, kata dia masih menetap di Jawa Timur.

Baca Juga: Suami Sudah Renta, Ibu Ini Rela Jadi Pemulung di Rantau Demi Sekolah Anak

"Sudah lama nda ketemu, bahkan saya sudah lupa kapan terakhir saking lamanya. Sama ayahnya saya sudah lama cerai," ujarnya sambil mengusap air matanya.

Sewaktu tinggal di Jawa Timur, ia mengaku bekerja sebagai pembuat kerupuk, saat telah pindah di Kota Kendari ia tidak bisa melanjutkan pekerjaannya tersebut karena kekurangan modal.

Namun meski dalam keadaan yang cukup memprihatinkan, ia mengaku tidak ingin lagi kembali ke Jawa Timur. (A)

Penulis: Andi Irna Fitriani

Editor: Musdar

Baca Juga