adplus-dvertising

Pesta Ini Digelar untuk Hilangkan Keperawanan Wanita

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Selasa, 28 Desember 2021
1853 dilihat
Pesta Ini Digelar untuk Hilangkan Keperawanan Wanita
Ilustrasi pesta yang dihadiri perempuan. Foto: Repro detik.com

" Bacchanalia adalah pesta untuk menghormati dewa Bacchus yang dikenal dengan dewa anggur selama periode romawi kuno "

ROMA, TELISIK.ID - Ternyata ada pesta di negara Italia yang mengakibatkan wanita kehilangan keperawanannya.

Pesta itu bernama Bacchanalia adalah pesta untuk menghormati dewa Bacchus yang dikenal dengan dewa anggur selama periode romawi kuno.

Pesta Bacchanalia sendiri dikaitkan dengan kesuburan, anggur serta seks bebas. Pesta ini sudah populer di seluruh semenanjung Italia Tengah dan Selatan.


Dilansir Jurnalsoreang, awalnya pesta Bacchanalia hanya dihadiri oleh kaum wanita, mereka berkumpul di grove zaitun di pinggiran Roma pada malam hari.

Tapi tidak menutup kemungkinan mereka juga akan melakukan pesta ini di siang hari selama tiga hari di sebuah hutan kecil Simila dekat Aventine Hill.

Kelamaan para pria juga mulai berpartisipasi dan mulai dilakukan lebih sering sehingga disebut sebagai Pesta Seks.

Baca Juga: Jepang Paksa Wanita Korea dan China Jadi Budak Seks Tentaranya

Dimana dalam upacara pemujaan dewa kesuburan ini orang-orang akan berhubungan intim secara beramai-ramai.

Dalam pesta ini juga tidak ada aturan khusus dan bisa diikuti oleh siapapun yang menginginkannya.

Semua orang bebas memilih pasangan yang bisa diajak untuk melakukan hubungan intim, meskipun jika nanti merasa bosan dengan pasangannya.

Mirisnya, selama pesta seks ini digelar banyak gadis muda yang kehilangan keperawanannya dengan suka rela tanpa penyesalan sedikitpun.

Dengan begitu mereka bisa membuktikan pengabdiannya kepada sang dewa yang mereka puja.

Lebih gilanya lagi, konon yang mengikuti pesta Bacchanalia ini bukan hanya manusia tapi juga hewan seperti kuda.

Walaupun dinilai mesum tapi para pelakunya dulu menganggap hal itu suci, akibatnya orang-orang ini tidak merasa bersalah, justru malah merasa bangga.

Kebebasan tanpa batas seolah jadi nikmat tersendiri yang didapatkan dari orang-orang yang mengikuti pesta Bacchanalia ini.

Baca Juga: Demi Persahabatan, Suku Ini Tawarkan Istri Berhubungan Seks dengan Teman

Selain berhubungan badan dengan bebas, orang-orang juga akan menari dan menyanyi sambil menenggak minuman keras.

Mengulik sedikit tentang Dewa Bacchus, ia dikenal sebagai dewa anggur, dewa mabuk dan dewa kegembiraan.

Pada masa Hellenistik, sosok Dewa Bacchus digambarkan seagai seorang pemuda yang mirip perempuan, bahkan beberapa menggambarkan dalam keadaan telanjang.

Dilansir Britannica.com, pesta ini diperkenalkan ke Roma dari Italia bagian bawah, Bacchanalia pada awalnya diadakan secara rahasia, pada tiga hari dalam setahun. 

Kemudian, kemudian perayaan diadakan sesering lima kali sebulan. Reputasi festival-festival ini sebagai pesta pora menyebabkan pada tahun 186 SM dikeluarkan dekrit Senat Romawi yang melarang Bacchanalia di seluruh Italia, kecuali dalam kasus-kasus khusus tertentu. 

Anehnya, salinan dekrit itu tetap ada, seperti halnya catatan sejarawan Romawi Livy. Namun, Bacchanalia lama berlanjut di selatan Italia. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga