Prof Ida Usman Lepas Cita-cita Demi Pengabdian

Andi Nuraisa Harifuddin, telisik indonesia
Sabtu, 27 Juni 2026
0 dilihat
Prof Ida Usman Lepas Cita-cita Demi Pengabdian
Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si calon Rektor UHO periode 2026-2029. Foto: Ist.

" Prof. Dr. Ida Usman, S.Si, M.Si dikenal sebagai salah satu akademisi senior dengan rekam jejak gemilang dalam dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) "

KENDARI, TELISIK.ID - Prof. Dr. Ida Usman, S.Si, M.Si dikenal sebagai salah satu akademisi senior dengan rekam jejak gemilang dalam dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dedikasi dan kontribusinya yang konsisten dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadikannya sosok dihormati dan patut diperhitungkan dalam pertarungan Pemilihan Rektor (Pilrek) di Universitas Halu Oleo (UHO) Agustus 2026 mendatang.

Setelah melalui proses pendaftaran dan penjaringan, nama Prof Ida diumumkan sebagai salah satu dari 10 besar bakal calon rektor UHO periode 2026-2029. Keinginannya maju bukan tanpa alasan, karena rencana mencalonkan diri sudah ada sejak 2025 lalu.

Namun karena dirinya dengan almarhum Prof. Armid merupakan satu tim, sehingga ia mengalah menunda cita-citanya dan mengambil peran sebagai ketua tim sukses yang memenangkan Prof. Armid sebagai rektor terpilih pada pilrek lalu.

Prof. Ida menginginkan UHO bisa berkembang jauh lebih baik lagi dengan riset dan teknologi, serta hilirisasi manfaatnya sampai kepada masyarakat. Sehingga, dalam menyusun visi misinya mempertimbangkan empat hal dalam pengembangan UHO ke depan.

Pertama, programnya akan sejalan dengan program nasional yang tertuang dalam asta cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kedua akan sejalan dengan kebijakan kampus berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Ketiga akan sejalan dengan RPJMD, program-program pemerintah daerah termasuk program Gubernur Sultra.

Keempat, akan sejalan juga dengan rencana induk pengembangan UHO.

“Sekarang kita dituntut agar hasil-hasil penelitian di kampus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sejalan program pak menteri, kampus berdampak, hasil penelitian bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Berbekal Segudang Prestasi dan Pengalaman, Ma'ruf Kasim Optimis jadikan UHO Kampus Unggul di Tingkat Global

Prof. Ida mengupayakan riset dan inovasi UHO berpotensi untuk dihilirisasi, bahkan dikembangkan lebih bagus pada skala industri.

Banyak hal yang perlu dibenahi, menurutnya, seperti tuntutan mahasiswa agar sarana prasarana lebih memadai.

“Misalnya fasilitas pembelajaran, ruang kuliah harus bagus. Kemudian media pembelajarannya, termasuk laboratorium-laboratorium untuk kebutuhan riset mahasiswa. Ke depan kita upayakan semua kebutuhan mahasiswa bisa didapatkan di dalam kampus sendiri,” ujarnya.

Ditanya terkait program rektor sebelumnya yang belum sempat direalisasikan, Prof. Ida mengaku akan mempertimbangkan untuk dilanjutkan.

“Almarhum waktu itu, ingin mempercepat UHO supaya bisa global, bisa dikenal secara internasional. Karena yang dihadapi saat ini bukan lagi tantangan lokal tetapi sudah global,” ucapnya.

Ayah Mentor Terbaik Dibalik Prestasi

Pria kelahiran Tongkuno Raha 18 April 1972 lalu. Sejak kecil, ia dikenal sosok yang cerdas dan berprestasi. Di masa sekolah, dirinya selalu masuk kelas unggulan sejak di bangku SMP dan SMA. Alumni SMP 1 Raha dan SMA 1 Raha ini, juga juara kelas bersaing dengan siswa siswi rangking terbaik dari berbagai SMP dan SMA se-Kabupaten Muna.

Sejak dini, kemampuan intelektual dan semangat belajarnya telah tampak sebagai fondasi yang mengantarkannya meraih berbagai pencapaian, hingga menjadi seorang profesor yang mampu menjawab tantangan zaman dalam isu perubahan iklim, pengelolaan risiko, dan riset yang berorientasi pada pemanfaatan potensi dan kekayaan alam lokal.

Ilmu yang ditanamkan orang tuanya, menjadi prinsip dalam hidupnya untuk bekerja ikhlas dan jujur sebagai dosen dan memberikan pelayanan prima yang terbaik untuk mahasiswa. Serta selalu berdoa dalam setiap melangkah dan mengambil keputusan.

Didikan almarhum ayahnya terus membekas diingatannya agar lebih banyak memberi daripada meminta. Ayahnya sebagai mentor terbaiknya. Baginya, ilmu apapun yang didapatkan, harus diajarkan ke siapa saja yang membutuhkan sebagai lading amal jariyah.

“Bahkan kalau dulu, waktu beliau belum meninggal, kalau saya terlambat masuk kerja di kampus, itu dimarahi, dinasehati jangan sampai makan gaji buta, orang tua masih mengingatkan walaupun saya sudah jadi orang tua juga,” kenangnya.

Mengenal Prof Ida dalam Kehidupan Keluarga

Anak kedua dari empat bersaudara ini, mengaku tidak pernah diarahkan orang tua untuk memilih jurusan kuliah. Begitupun pola asuh yang diturunkan ke anak-anaknya.

“Anak saya tiga, terserah mau kuliah di mana. Mau pilih jurusan apa silahkan. Sesuai dengan keinginan. Makanya saya alumni fisika unhas angkatan 92, istri saya alumni Fisika Unhas angkatan 93, anak saya tidak ada yang mau fisika,” ucapnya.

Anak pertamanya di Jawa Timur memilih Jurusan Teknik Informatika di Universitas Brawijaya. Anak keduanya di Jawa Barat, mengambil Jurusan Sastra Inggris di UPI. Kemudian yang ketiga lulus di ISI Surakarta, Jawa Tengah, mengambil Jurusan Desain Komunikasi Visual.

Dalam keluarga, ia sosok pemimpin yang menganut pola asuh demokratis, memberikan kebebasan kepada ketiga anaknya untuk memilih jurusan sesuai minat dan bakatnya.

Perannya hanya mengajak berdiskusi sebelum mengambil keputusan, mengarahkan dan memberikan pertimbangan serta memberikan support system.

Menurutnya, semua jurusan kuliah itu peluangnya sama, karena kuliah bagian dari proses pembelajaran.

Prof Ida juga memiliki kelebihan pandai mengikat burasa dan lapa-lapa, sebutan makanan khas suku Bugis dan Muna yang disajikan saat hari raya besar. Kebiasaan yang tidak biasa dilakukan oleh akademisi yang sibuk dengan puluhan riset dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Kesenangannya terlibat di dapur memasak bersama istri, anak laki-laki dan perempuannya beberapa kali dipublish di akun facebooknya bernama Ida Usman.

“Iya anak saya cowok maupun cewek senang di dapur, mau masak ini, bertanya bahannya apa, mereka masak sendiri. Kalau istri saya orang barat, kalau dari Sulawesi Selatan disebut orang selatan, jadi kalau dari Sulawesi Barat disebut orang barat,” ucapnya bercanda kepada telisik.id.

Meski memiliki background sebagai fisikawan, namun hobinya cukup unik yakni senang merawat bunga-bunga. Ia juga senang memelihara binatang. Ternyata sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi peternak dan ingin punya kebun binatang di halaman rumahnya.

“Sekarang karena kesibukan, di sela-selanya hanya bisa pelihara ayam dan merawat bunga-bunga. Karena memang dulu saya mau punya kebun binatang sendiri. Dulu saya pernah pelihara kelinci, ayam, itik, bebek angsa, kucing, macam-macam, ikan juga, ada ikan usianya hingga 10 tahun mati karena sudah tua,” ungkapnya.

Tips Prof Ida Usman Selalu Enjoy

Dalam lingkungan rumah maupun kerja, ia dikenal sosok yang sangat ramah, murah senyum, santai, dan selalu terlihat enjoy.

Ia punya tips agar selalu bisa enjoy dalam bekerja, terutama saat ini tanggung jawab yang besar sebagai Wakil Rektor II UHO yang mengurus perencanaan, keuangan dan umum, tingkat stresnya cukup tinggi, sehingga harus memiliki kemampuan mengelola stres agar tidak mudah terserang penyakit.

“Jadi di sela-sela kesibukan berpikir, ada waktu senggang pegang bunga lagi, pegang ayam lagi, pegang ikan lagi. Begitu,” ungkapnya.

“Makin tinggi jabatan pasti tantangannya makin besar. Jadi kalau kita terbebani ya bawaannya pasti sakit, stres, serangan jantung, stroke. Ya, beginilah seperti waktu masih pegang jabatan kajur dulu, lebih banyak bercandanya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Melepas Cita Menggapai Asa Melalui Riset dan Teknologi

Niat awalnya tamat SMA, ia ingin kuliah jurusan peternakan sesuai cita-citanya ingin jadi peternak. Apa daya saat itu belum ada jurusan tersebut di UHO, sehingga memilih Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian.

Di semester pertama, ia termasuk mahasiswa berprestasi karena meraih nilai IPK di atas 3,5 sehingga berkesempatan mengikuti seleksi beasiswa ikatan dinas dengan konsekuensi jika selesai, harus bersedia menjadi dosen MIPA untuk universitas di Indonesia Timur.

Mulai dari sini, Prof Ida Usman melepas cita-citanya demi sebuah pengabdian sebagai dosen sains dan teknologi.

Program tersebut diselenggarakan CIDA (Canada Indonesia Development Agency) kerja sama Indonesia-Kanada bertujuan pembentukan jurusan MIPA khususnya di Indonesia Timur untuk mencetak SDM yang menguasai ilmu sains dan terapannya.

Setelah dinyatakan lulus, ada tiga kampus yang disiapkan untuk program CIDA tersebut diantaranya IPB, UGM dan Unhas. Baginya Unhas lebih dekat diantara pilihan lainnya dan memiliki paman yang tinggal di Makassar.

Dari empat pilihan Program Studi Matematika, Biologi, Kimia dan Fisika, Ia lebih memilih Jurusan Fisika karena minatnya pada pelajaran tersebut sudah ada sejak duduk bangku SMA.

Ia menyelesaikan kuliah S1 tahun 1997 dan diangkat menjadi dosen FKIP sementara, sambil menunggu Fakultas MIPA UHO terbentuk di tahun 1999. Ia juga melanjutkan studi S2 tahun 1998-2001 di ITB. Tak perlu menunda waktu, di tahun yang sama 2001 setelah lulus S2, ia melanjutkan S3 di kampus yang sama dan meraih gelar doktornya pada tahun 2006.

Sepulangnya dari S3, tahun 2007 ditunjuk jadi kepala program studi sekaligus Kepala Jurusan Fisika 2007-2015. Karirnya terus meningkat tahun 2015-2017 dipercaya sebagai Wakil Dekan 1 di FITK (Fakultas ilmu dan Teknologi Kebumian). 2017-2019 dilantik sebagai Dekan FITK.

Baca Juga: Daftar Harta Kekayaan 10 Bakal Calon Rektor UHO Kendari 2026-2030, Tertinggi Rp 14 Miliar

Kemudian 2019-2025 diamanahkan sebagai Dekan MIPA. Di masa kepemimpinannya berhasil meraih berbagai sertifikat seperti ISO 9001 dan wilayah bebas dari korupsi.

Ia berhasil meraih gelar akademik tertinggi dan dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Fisika Material  Fungsional UHO tahun 2023 dengan orasi ilmiahnya Sel Surya dan Potensi Pengembangannya di Indonesia.

Selama 15 tahun berkontribusi dalam dunia akademik dan penelitian, ia dikenal sebagai akademisi yang aktif mengembangkan berbagai riset inovatif seperti pengembangan teknologi sel surya yang menghasilkan sedikitnya 6 penelitian, penerapan teknik anodisasi untuk perlindungan korosi pada baja, pemetaan dinamika penyebaran penyakit menular serta berbagai kajian yang berbasis material. Beragam penelitiannya memperoleh dukungan pendanaan melalui hibah dari pemerintah maupun lembaga pendidikan tinggi. Ini menunjukkan bentuk kepercayaan terhadap kualitas ilmiahnya dalam pengembangan Iptek.

Tak hanya berkiprah di laboratorium dan lingkungan akademik, ia juga aktif melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat. Keterlibatannya  mencakup pengembangan teknologi tepat guna untuk masyarakat, seperti mesin perontok padi bertenaga surya, alat pengering kakao berbasis energi matahari, sistem pengering rumput laut, pengolahan produk tanaman kelapa, mitigasi bencana di daerah pesisir, perbaikan sistem penyedia air bersih dengan filter arang aktif, penerapan teknologi tepat guna pada olahan ikan, penguatan desa siaga COVID-19, pengolahan limbah pertanian menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos, hingga pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan.

Dalam kurun waktu 15 tahun, ia juga telah mempublikasikan 23 karya ilmiah berupa jurnal nasional maupun internasional.

Bukti nyata kontribusinya dalam pengembangan inovasi teknologi berbasis sumber daya lokal, ia telah mendaftarkan dan telah tercatat memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) proses pembuatan sel surya organik berbasis ekstrak kulit buah kakao dengan elektroda carbon nano tube yang diterbitkan pada tahun 2015.

Sejumlah penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, dedikasi dan kedisiplinannya sebagai aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas di lingkungan UHO, diantaranya Dosen Berprestasi I Universitas Halu Oleo tahun 2010, tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya X tahun pada 2013, serta Satya Lencana Karya Satya XX tahun pada 2022.  

Sederet prestasi akademik, pengalaman manajerial, serta kontribusi di bidang riset inovasi dan pengabdian masyarakat, menjadikannya salah satu figur layak mengikuti kontestasi Pilrek UHO 2026-2029.

Penulis: Andi Nuraisa

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga