Profil Harmawati: Dari Apoteker, Birokrat hingga Kursi Parlemen Sultra

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Minggu, 17 Mei 2026
0 dilihat
Profil Harmawati: Dari Apoteker, Birokrat hingga Kursi Parlemen Sultra
Anggota Komisi IV DPRD Sultra dari Fraksi PPP, Apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes. Foto: Ist.

" Harmawati kini resmi menghiasi deretan legislator di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2024-2029 "

KENDARI, TELISIK.ID - Harmawati kini resmi menghiasi deretan legislator di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2024-2029. Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini membawa rekam jejak panjang, mulai dari dunia farmasi hingga puluhan tahun mengabdi di birokrasi pemerintahan.

Harmawati duduk di Komisi IV DPRD Sultra setelah melewati dinamika politik yang cukup menarik. Ia mengisi kursi parlemen yang ditinggalkan Abdul Rasak karena maju dalam Pemilihan Wali Kota Kendari. Namun bagi Harmawati, dunia politik merupakan kelanjutan dari pengabdian panjangnya kepada masyarakat.

Lahir di Makassar yang saat itu masih bernama Ujung Pandang, Harmawati menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Palopo, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Ujung Pandang. Ia merupakan alumni Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dan langsung melanjutkan Program Profesi Apoteker.

Masa kuliah menjadi salah satu fase perjuangan yang paling berkesan baginya.

“Kuliah di Farmasi cukup keras, budaya senioritasnya sangat kuat. Saya bahkan sempat berpikir pindah ke Fakultas Hukum karena merasa kuliahnya terlalu berat. Namun teman-teman berhasil meyakinkan saya untuk bertahan,” kenang Harmawati.

Semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2008, di tengah kesibukan sebagai birokrat, ia melanjutkan pendidikan Magister (S2) Gizi Masyarakat di Universitas Hasanuddin.

“Farmasi berbicara tentang obat, sementara ilmu gizi membahas hubungan makanan dan kesehatan manusia. Saya ingin menghubungkan keduanya,” jelasnya.

Baca Juga: Profil Brigjen Himawan Bayu Aji, Ahli Siber Bareskrim Kini Jabat Kapolda Sulawesi Tenggara

Karier profesionalnya di Kota Kendari dimulai setelah mengikuti sang suami yang bertugas sebagai dosen di Universitas Halu Oleo. Pada akhir tahun 1989, ia mulai mengabdi di Kantor Wilayah Kesehatan Sulawesi Tenggara yang kini menjadi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Di instansi tersebut, Harmawati dikenal sebagai salah satu pejabat eselon III termuda pada masanya.

“Tidak ada orang dalam, semuanya karena kerja,” tegasnya.

Namun perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2008, saat terjadi restrukturisasi birokrasi, ia termasuk pejabat yang dinonaktifkan dari jabatan struktural.

Setahun kemudian, pada 2009, Harmawati dipindahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Di BNN Provinsi Sultra, ia kembali dipercaya menduduki jabatan eselon III hingga memasuki masa pensiun pada tahun 2023.

Di luar tugas birokrasi, Harmawati juga aktif membangun organisasi profesi. Saat memimpin Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Tenggara, ia berhasil menginisiasi pembangunan kantor sekretariat permanen IAI Sultra.

Gedung tersebut dibangun bukan dari bantuan instansi, melainkan dari semangat gotong royong dan kontribusi para apoteker, baik yang berada di Sulawesi Tenggara maupun di luar daerah.

“Kalau bukan kita yang memikirkan rumah apoteker, siapa lagi? Saya menganggap ini sebagai warisan untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, Harmawati juga aktif di Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Majelis Taklim KKSS Sultra, Ketua Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pelaksana Tugas Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Profil Mahadir Muhammad: Konsisten pada Tanggung Jawab Menjadikannya Pemimpin Biro Pengadaan dan Jasa Pemprov Sultra

Sebagai perempuan yang berkiprah di dunia birokrasi dan politik, Harmawati menilai manajemen waktu, disiplin, dan kejujuran sebagai kunci utama menjaga keseimbangan antara keluarga dan pengabdian.

Ia mengaku selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, baik urusan organisasi, pekerjaan, maupun rumah tangga.

“Perempuan harus pandai mengatur waktu. Yang paling penting adalah kejujuran kepada suami dan disiplin terhadap tanggung jawab,” pungkasnya.

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga