Purbaya Tak Mau Obral Anggaran Rp 984 Triliun di Semua Instansi, Berikut Prioritasnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 03 Juli 2026
0 dilihat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tambahan anggaran Rp 984 triliun diseleksi ketat APBN 2027. Foto: Instagram@menkeuri
" Menteri Keuangan menegaskan tambahan anggaran K/L Rp 984 triliun akan diseleksi ketat sesuai prioritas fiskal dan batas defisit APBN 2027 yang berlaku "

JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Keuangan menegaskan tambahan anggaran K/L Rp 984 triliun akan diseleksi ketat sesuai prioritas fiskal dan batas defisit APBN 2027 yang berlaku.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengabulkan seluruh usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai Rp 984 triliun dalam penyusunan APBN 2027. Setiap usulan akan diseleksi secara ketat berdasarkan kebutuhan serta prioritas fiskal negara.
Kementerian Keuangan akan melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh usulan anggaran K/L sebelum ditetapkan dalam pagu APBN 2027. Purbaya menyebut, tidak semua permintaan tambahan anggaran dapat diakomodasi dalam kerangka fiskal yang tersedia.
"Mungkin kita lihat, nggak akan sampai semuanya. Pasti nggak semuanya akan dipenuhi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (3/7/2026).
Ia menegaskan, kebijakan penganggaran tetap mengacu pada batas defisit APBN 2027 yang telah disepakati, yakni pada kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Setiap penambahan belanja akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Baca Juga: Rancangan Awal APBN 2027 Disetujui Paripurna DPR, Berikut Daftarnya
Purbaya juga menyebutkan bahwa total usulan tambahan anggaran sebesar Rp 984 triliun berada di luar ruang fiskal yang tersedia sehingga perlu dilakukan prioritas berdasarkan urgensi program.
"Nanti kita lihat mana yang pantas, mana yang enggak. Yang jelas, kita kan ada target defisitnya berapa. Selama defisitnya dipenuhi ya sudah, tapi rasanya sih itu (permintaan Rp 984 triliun) di atas defisit yang ada kan," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyampaikan bahwa usulan tambahan anggaran tersebut merupakan hasil kompilasi dari berbagai kementerian/lembaga melalui pembahasan bersama komisi di DPR. Total usulan muncul setelah pembahasan teknis antara komisi mitra dan masing-masing K/L.
Adapun rincian awal penyusunan anggaran K/L 2027 sebagai berikut:
* Pagu awal belanja K/L: Rp 1.389,94 triliun
* Usulan tambahan anggaran: Rp 984 triliun
* Total kebutuhan jika disetujui: Rp 2.373,84 triliun
* Realisasi belanja K/L 2026 sebagai pembanding: Rp 1.510,5 triliun
Baca Juga: Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Kuota, Kemendikdasmen Buka Rekrutmen CPNS Guru Tahun Depan
Said Abdullah menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai komisi di DPR.
"Kami melakukan sinkronisasi, kompilasi dan sebagainya dari semua usulan Komisi I-XIII, DPD, MPR, BPK dan sebagainya yang secara resmi kami akan sampaikan ke pemerintah. Usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara komisi dengan mitra masing-masing, pagunya Rp 1.389,84 triliun, usulan tambahannya Rp 984 triliun," kata Said dalam rapat pembahasan pendahuluan RAPBN 2027.
Pemerintah akan menetapkan besaran final anggaran K/L dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden pada 16 Agustus 2026 sebelum dibahas bersama DPR hingga tahap pengesahan APBN 2027. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS