Damkar Kendari Tangani Lebih 360 Kasus, Tak hanya Kebakaran, KDRT hingga Korban Penipuan TikTok Ditangani

Wa Ode Marfat, telisik indonesia
Jumat, 14 Agustus 2026
0 dilihat
Damkar Kendari Tangani Lebih 360 Kasus, Tak hanya Kebakaran, KDRT hingga Korban Penipuan TikTok Ditangani
Dinas Pemadaman Kebakaran Pemerintah Kota Kendari menangani lebih 360 kasus. Foto: Wa Ode Marfat/Telisik

" Damkar Kota Kendari mencatat lebih dari 360 kasus telah berhasil ditangani dalam beberapa waktu terakhir "

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mencatat lebih dari 360 kasus telah berhasil ditangani dalam beberapa waktu terakhir. Angka itu tidak hanya mencakup kebakaran, tapi juga berbagai laporan unik di luar Standar Operasional Prosedur Damkar.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kendari, La Ode Darmawan Dimi, S.Sos, dalam wawancara khusus. Menurutnya, tugas Damkar saat ini sudah berkembang jauh melampaui pemadaman api.

"Kami tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran. Masyarakat sudah menjadikan Damkar sebagai tempat pertama meminta bantuan ketika mereka kesulitan," ujar La Ode Darmawan.

Dari 360 lebih kasus yang ditangani, sejumlah laporan justru datang dari persoalan sosial yang tidak ada kaitannya dengan api.

La Ode merinci beberapa kasus unik yang pernah ditangani anggotanya, yakni pendampingan anak sekolah yang tidak memiliki orang tua. Anak tersebut menghubungi Damkar dan meminta didampingi.

Baca Juga: Asrama Dayung Sultra Kian Memprihatinkan, Lantai Bolong hingga Tribun Nyaris Roboh

Permohonan perlindungan korban KDRT: Ada warga yang datang ke Damkar meminta perlindungan karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Laporan anak hilang: Keluarga yang anaknya meninggalkan rumah tanpa kabar juga meminta Damkar untuk membantu mencari.

Kasus penipuan online: Ada warga yang menjadi korban penipuan dari TikTok lalu menghubungi Damkar untuk meminta pertolongan.

"Semua tetap kami layani dengan baik. Walaupun itu di luar pekerjaan Damkar itu sendiri, tapi kalau masyarakat butuh dan kami bisa bantu, kenapa tidak," jelas La Ode.

Menurut La Ode, saking banyaknya laporan-laporan di luar standar kerja, pihaknya sampai kesulitan merinci satu per satu.

Baca Juga: Serapan Anggaran Pemprov Sulawesi Tenggara Baru 51,78 Persen, Hugua Sorot Lambannya Kinerja OPD

"Bicara soal unik yang sering ditangani, banyak sekali. Jadi tidak bisa diuraikan atau diceritakan satu persatu. Intinya kami hadir untuk masyarakat yang kesulitan," tegasnya.

Ia menambahkan, respon cepat dan humanis menjadi prinsip Damkar Kendari. Bagi mereka, seragam merah bukan hanya simbol pemadam api, tapi juga simbol pelindung masyarakat.

Kini Damkar Kendari terus mengimbau warga agar tidak ragu menghubungi nomor layanan darurat ketika membutuhkan bantuan, baik itu kebakaran maupun persoalan mendesak lainnya. (C)

Penulis: Wa Ode Marfat

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga