Ruang Isolasi COVID-19 di RS Jiwa Rampung, Namun Belum Bisa Difungsikan

Siswanto Azis, telisik indonesia
Senin, 22 Juni 2020
0 dilihat
Ruang Isolasi COVID-19 di RS Jiwa Rampung, Namun Belum Bisa Difungsikan
Kepala Dinas Cipta Karya, Pahri Yamsul. Foto: Siswanto Azis/Telisik

" Pekerjaan fisiknya sudah kelar. Tinggal memasang hepa filter, kalau sudah selesai baru dimasukkan alat-alat pelengkap seperti tempat tidur pasien dan lain sebagainya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Proses pembangunan  ruang isolasi bagi pasien COVID-19 yang berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari, telah rampung pekerjaannya.

Meskipun secara fisik telah tuntas, namun ruang isolasi tersebut belum bisa difungsikan. Pasalnya, pemasangan High Efficiency Particle (Hepa) filter atau alat penyaringan partikel udara masih dalam proses pemasangan.

“Pekerjaan fisiknya sudah kelar. Tinggal memasang hepa filter, kalau sudah selesai baru dimasukkan alat-alat pelengkap seperti tempat tidur pasien dan lain sebagainya,” beber Kepala Dinas Cipta Karya Sultra Pahri Yamsul,  kepada Telisik.id, Senin (22/6/2020).

Pahri menjelaskan, proses pemasangan alat penyaring udara tersebut, diperkiran butuh waktu sekira dua minggu. Perhitungan ini merujuk pada saat pemasangan alat serupa di ruang isolasi Rumah Sakit Bahteramas.

Baca juga: HMI Cabang Kolaka Tolak 500 TKA China

"Sekarang tahap pemasangan alat medis, karena  alat tersebut tersimpan di dalam tembok dan di atas plafond sehingga menunggu hal itu terpasang baru gedung bisa disempurnakan," terangnya.

Pembangunan ruang isolasi lanjut Pahri Yamsul, merupakan upaya pemerintah mengatasi adanya lonjakan pasien COVID-19. Untuk itu, pemerintah mengalih fungsikan sejumlah gedung untuk ruang isolasi.

“Kita berharap tidak ada tambahan pasien lagi, pembangunan gedung hanya untuk berjaga-jaga, tetapi kita berharap ruangan-ruangan ini tetap kosong di mana tidak ada lagi kasus dan Sultra bisa secepatnya aman dari COVID-19,” pungkasnya.

Pengerjaan ruang isolasi di RSJ Kendari menelan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Meski anggarannya Rp 4 miliar namun proses pelelangannya menggunakan sistem penunjukkan langsung.

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Sumarlin

Baca Juga